Perawatan Pribadi dan Jasa jadi Penyumbang Inflasi Tertinggi DIY 2025

Akurat.co,Jogja-Perawatan pribadi dan jasa menjadi penyumbang inflasi tertinggi di DIY sepanjang 2025.
Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati. Herum menyampaikan inflasi year-on-year (Desember 2025 terhadap Desember 2024) tercatat sebesar 3,11 persen, masih berada dalam rentang target inflasi nasional.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi y-on-y tertinggi yaitu 14,49 persen, diikuti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,00 persen.
Baca Juga: Kebun Pangan Perempuan Bisa Tekan Inflasi
Emas perhiasan, beras, cabai rawit, cabai merah, dan kelapa menjadi penyumbang utama inflasi tahunan.
“Perkembangan harga di tingkat kabupaten/kota pun menunjukkan dinamika berbeda. Kabupaten Gunungkidul mencatat inflasi y-on-y sebesar 2,93 persen dan inflasi m-to-m sebesar 0,74 persen.
Sementara Kota Yogyakarta mencatat inflasi y-on-y 3,33 persen dan inflasi m-to-m 0,53 persen,” jelasnya dikutip dari laman resmi Pemda DIY.
Di sisi lain, sektor pertanian DIY justru mencatat capaian menggembirakan.
Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025 meningkat menjadi 110,03, atau naik 2,77 persen dibanding bulan sebelumnya.
Kenaikan ini dipicu meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 4,65 persen, lebih tinggi dibanding kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 1,83 persen.
“Ayam ras pedaging, kacang tanah, melon, dan cabai merah tercatat memberi andil terbesar terhadap kenaikan It.
Sementara kenaikan Ib turut dipengaruhi meningkatnya harga sejumlah komoditas konsumsi dan biaya produksi, termasuk cabai rawit dan daging ayam ras,” imbuh Herum.
Baca Juga: Kemendagri Minta Pemda Kendalikan Harga Pangan untuk Tekan Inflasi, DIY Relatif Terjaga
Di antara subsektor pertanian, hortikultura mencatat peningkatan paling signifikan dengan NTP mencapai 155,61, melonjak 20,72 persen dibanding bulan sebelumnya.
Subsektor peternakan dan perikanan juga menunjukkan tren positif, masing-masing meningkat menjadi 105,66 dan 95,94.
Adapun NTP tanaman pangan dan tanaman perkebunan rakyat diketahui mengalami penurunan.
“Tak hanya NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) DIY juga meningkat menjadi 117,03, ditopang kenaikan harga hasil pertanian.
Subsektor hortikultura kembali menjadi pendorong utama dengan kenaikan mencapai 21,89 persen,” tandas Herum.
Capaian inflasi yang terkendali serta kenaikan NTP menunjukkan perekonomian DIY pada akhir 2025 bergerak stabil, sementara kesejahteraan petani menunjukkan tren peningkatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








