Jogja

Kantongi Rp10 Miliar per Hari, Koperasi Gemah Ripah DIY Juga Ubah Limbah Buah jadi Listrik

Haris Ma'ani | 21 April 2026, 19:05 WIB
Kantongi Rp10 Miliar per Hari, Koperasi Gemah Ripah DIY Juga Ubah Limbah Buah jadi Listrik
Instalasi limbah buah menjadi listrik yang dimiliki Koperasi Gemah Ripah DIY. (foto: dok.pemda diy)

Akurat.co,Jogja-Perputaran uang di Koperasi Gemah Ripah DIY menembus Rp5 miliar-Rp10 miliar per harinya.

Ketua Koperasi Gemah Ripah, Mafthuhin menyebutkan angka tersebut didapatkan dari kiriman buah-buahan.

Ia mengambil contoh satu truk jeruk asal Medan itu nilainya antara Rp100 juta hingga Rp120 juta.

Baca Juga: Kloter Pertama Jemaah Embarkasi YIA Didominasi Lansia

Dalam satu hari, bisa masuk hingga 20 truk.

"Itu baru jeruk, belum lagi komoditas lain seperti semangka, nanas, melon, salak, hingga buah-buahan impor yang terus mengalir selama 24 jam," ungkap Mafthuhin dikutip dari laman resmi Pemda DIY, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, perputaran uang ini bahkan melonjak jauh lebih tinggi saat memasuki musim panen raya.

Meski harga komoditas fluktuatif, arus distribusi buah di Pasar Gemah Ripah tetap stabil dan menjadi tumpuan bagi ribuan pedagang maupun tenaga kerja yang menggantungkan hidup di sana.

Ubah limbah buah jadi listrik

Selain kuatnya ekonomi, Koperasi Gemah Ripah juga melakukan terobosan ramah lingkungan.

Bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), mereka telah berhasil mengimplementasikan teknologi pengolahan limbah buah menjadi energi listrik.

Inovasi ini lahir dari kesadaran akan besarnya volume sampah organik yang dihasilkan pasar setiap hari.

Saat ini, limbah buah seperti semangka, melon, dan buah naga sudah mampu diolah 100 persen menjadi energi.

Baca Juga: Sleman Bakal Bangun Gedung Perpustakaan Baru, Siapkan Anggaran Rp 30 M

"Kami sudah memiliki instalasi pengelolaan sampah sendiri. Hasilnya, listrik dari sampah ini menjadi back-up otomatis jika aliran PLN padam," ungkap Mafthuhin.

Langkah ini menjadi bukti bahwa koperasi tidak hanya mengejar profit, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.