Jogja

Carabikang Mbah Kalim, Kuliner Lezat dan Legendaris yang Tetap Eksis di Jogja

Yayat Rismunadi | 22 September 2025, 19:30 WIB
Carabikang Mbah Kalim, Kuliner Lezat dan Legendaris yang Tetap Eksis di Jogja

Akurat.co, Jogja - Jogjakarta memang menjadi kota yang kaya akan kulinernya, tidak heran wisatawan yang rela datang ke Jogjakarta hanya untuk berburu kuliner yang khas dan legendaris.

Beragam kuliner tersaji di setiap sudut-sudut Kota Jogja, bahkan, area pelosok Jogja pun banyak kuliner yang menarik dan wajib dikunjungi.

Baca juga: Menikmati Es Limun Jadul di Pasar Kangen Jogja

Salah satu jajanan tradisional di jogjakarta yang legendaris dan masih tetap eksis adalah carabikang, jajanan jadul yang satu ini masih menjadi primadona jajanan khas yang tetap bertahan di pasar tradisional Jogja.

Meskipun penjualnya tidak banyak lagi seperti dulu, penikmat carabikang bisa mengunjungi area pasar tradisional atau tempat tertentu seperti Jalan Sosrowijayan yang tidak banyak dikenal pengunjung.

Baca juga: 5 Tempat Rekomendasi Jenang Jadul yang Legendaris dan Nikmat di Jogjakarta

Penjual Carabikang yang tetap bertahan di tengah gempuran jajanan modern saat ini adalah Mbah Kalim, yang berjualan kue jadul carabikang lebih dari 40 tahun yang lalu.

Dengan dibantu anak-anaknya, Mbah Kalim masih gesit untuk membuat kue carabikang yang banyak dipesan pengunjung di kawasan Malioboro.

Baca juga: Segarnya Es Tape Bok Begal yang Legendaris di Kulon Progo

Carabikang khas Mbah Kalim ini rasanya terlampau lembut saat di lidah, karena biasanya pelanggan carabikang di sini akan diberikan yang masih hangat saat keluar dari tungku yaitu alat pemanggang tradisional.

Mbah kalim yang usianya sudah melewati 75 tahun tetap bertahan dengan berjualan carabikang, melestarikan jajanan tradisional dengan harga yang cukup murah meriah bagi wisatawan dan warga lokal.

Baca juga: Warung Sop dan Sate Pak Bayu, Sensari Kulineran Balungan Dinosaurus di Warung yang Tersohor di Sleman

Kue jadul carabikang Mbah Kalim harganya murah meriah, hanya Rp. 1.000 saja,  namun biasanya para penikmat carabikang Mbah Kalim langsung membeli 10 sampai 20 biji carabikang yang masih hangat.

Mbah Kalim mulai berjualan carabikang jam 04.00 sampai tutup pada pukul 05.30 WIB. Meskipun berjualan sangat pagi, pelanggan tetap ramai berdatangan di lokasi berjualannya yaitu di di timur kawasan Malioboro, tepatnya di ujung Jalan Sosrowijayan dekat Hotel Grage Business Yogyakarta.

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.