Menikmati Es Limun Jadul di Pasar Kangen Jogja

Akurat.co,Jogja-Jumat (19/9/2025) sore jam 17.00 wib suasana di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), lokasi Pasar Kangen Jogja 2025 sudah mulai padat pengunjung.
Tampak dari parkiran kendaraan. Baik roda dua maupun roda empat.
Parkiran roda empat bahkan sudah sampai meluber ke Jalan Mayor Suryotomo, sebelah timur TBY. Mobil sudah tidak bisa masuk ke dalam.
Parkir roda dua tak kalah padatnya. Motor sampai berdempet-dempet saking banyaknya pengunjung.
Baca Juga: 3 Teladan Sri Sultan HB X bagi Pejabat RI, Mobil Tak Pakai Strobo, Tak Serobot Lampu Merah
Event yang dibuka mulai Kamis (18/9/2025) itu ternyata memancing minat masyarakat untuk mengunjunginya.
Prita, salah satu pengunjung yang ditemui mengaku penasaran dengan apa yang ditawarkan Pasar Kangen.
"Saya penasaran dengan jajanan jadulnya," katanya. Prita datang tak sendiri. Ia dengan beberapa temannya.
Ketika baru masuk ke area Pasar Kangen, pengunjung akan disuguhi spot gapura Pasar Kangen yang terbuat dari bambu.
Spot ini menjadi favorit pengunjung untuk berfoto ria. Saat suasana malam, berfoto di depannya semakin terlihat Instagramble karena kerlipan lampu yang memukau.
Nostalgia kuliner jadul
Memang, Pasar Kangen membawa memori ke zaman dahulu di mana jajanan jadul masih banyak dijual. Termasuk suasana penjual dan lapak-lapaknya.
Baca Juga: Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu-Minggu, 20-21 September 2025
Kuliner seperti mi pentil, brondong, apem beras, kue cucur, sampai sego berkat dijual di sini.
"Ya di sini, anak muda jadi tahu jajanan kuno seperti cucur," kata Doni pedagang kue cucur di Pasar Kangen.
Ia menyebut anak muda jadi mau makan kuliner tradisional di tengah gempuran makanan kekinian yang merajalela.
Sehari-hari, Doni biasa berjualan di Pasar Ngasem dengan brand Apem Beras Bu Wanti.
Kenyang menikmati sejumlah jajanan tradisional, pengunjung bisa mengobati dahaga dengan menu es.
Di sana dijual Es Goyang Jadoel, Bir Jawa, dan tak kalah menarik adalah Es Limun.
Dengan harga Rp5.000 per cup, pengunjung bisa menikmati segarnya Es Limun khas Mlati, Sleman, tersebut.
Penjualnya mengatakan, dua favorit pilihan pelanggan adalah rasa jeruk dan nanas.
Baca Juga: Pantai Cangkring Bantul, Pesona Pasir Hitam yang Estetik dan Pohon Cemara yang Teduh
Selain menikmati kuliner jadul, di luar area Pasar Kangen banyak juga penjual jajanan kuliner yang akan memanjakan lidah pengunjung.
Pasar Kangen yang dibuka pukul 15.00-22.00 wib ini juga menarik pengunjung asing. Salah satunya karena adanya pertunjukan wayang.
Giliran kamu kapan ke sana?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2PWI DIY Terus Perjuangkan Gelar Pahlawan Nasional bagi Udin
- 3DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 4Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 5Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 6DPRD DIY Siap Bahas Anggaran DED Renovasi Stadion Mandala Krida
- 7Dulu Saluran Pengairan, Tuk Bulus Sleman Kini Jadi Tempat Wisata Unggulan
- 8116 Orang Jadi Korban Demonstrasi Jogja Memanggil, Ini Respons Pemkot
- 9Kasus Hukum Stadion Mandala Krida Tuntas, Siap Digunakan untuk Event Olahraga
- 10Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri









