Jogja

Potret Malioboro Sekarang dan Dulu Ini Bikin Nostalgia...

Yudi Permana | 27 September 2025, 10:05 WIB
Potret Malioboro Sekarang dan Dulu Ini Bikin Nostalgia...

Akurat.co,Jogja-Kawasan Malioboro yang sekarang memang berbeda dengan zaman dulu.

Terutama pada area trotoar yang biasa dipakai pejalan kaki.

Dulu trotoar kawasan Malioboro merupakan surganya belanja. Setiap kaki melangkah, akan disuguhi pedagang kaki lima yang menjajakan jualannya.

Mulai suvenir, baju batik, aneka aksesori, makanan, sampai tato temporer.

"Dulu menyusuri kaki lima Malioboro adalah healing terseru, beli gelang-gelang unik seribuan udah seneng banget," kata Nia, salah satu pengunjung setia Malioboro.

Baca Juga: Paguyuban Lurah dan Pamong Yogyakarta, Ikut Jaga Malioboro Agar Tetap Aman

Pengunjung lain, Tanti yang mengaku kangen dengan suasana Malioboro dulu.

Suasana Malioboro kini memang sudah berbeda. Sejak penataan dilakukan oleh pemerintah daerah DIY, tak ada lagi penjual di sepanjang trotoar kawasan Malioboro.

Para pedagang dipindahkan ke tempat khusus, dinamakan selasar Malioboro.

Alhasil, trotoar yang dulu dipenuhi pedagang kini steril. Kawasan itu hanya dikhususkan untuk pedestrian.

Pada awalnya, proses pencapaian kawasan pedestrian malioboro tersebut mendapatkan pro dan kontra dari lapisan masyarakat, seperti halnya saat adanya pemindahan kawasan pedagang dari trotoar malioboro ke teras Malioboro.

Hal yang paling diresahkan oleh mereka adalah pada aspek ekonomi. Mereka menilai bahwa adanya perubahan penataan kawasan pedestrian Malioboro nantinya dapat menurunkan omset.

Baca Juga: Reresik Malioboro, Upaya Menggugah Kepedulian Menjaga Kebersihan Wajah Jogja

Tetapi, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, tujuan perubahan penataan kawasan tersebut adalah untuk membuat identitas Malioboro yang lebih baik sehingga masyarakat yang datang ke kawasan tersebut semakin merasa nyaman dan aman.

Apa pendapatmu?

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.