Jogja

Warga Merasa Suasana Malioboro Lebih Nyaman Saat CFD, Bakal Jadi Program Rutin?

Yudi Permana | 7 Oktober 2025, 19:16 WIB
Warga Merasa Suasana Malioboro Lebih Nyaman Saat CFD, Bakal Jadi Program Rutin?

Akurat.co, Jogja - Sejumlah warga menyambut positif penutupan Jalan Malioboro dalam rangka HUT Kota Yogyakarta ke-259, Selasa (07/10/2025).

Malioboro yang biasanya padat oleh lalu lintas kendaraan baik roda dua hingga roda empat, berubah menjadi full pedestrian selama 24 jam penuh.

Bebas kendaraan di Malioboro secara penuh ini berlaku mulai Selasa (07/10/2025) terhitung pukul 00.00-23.59 WIB.

"Suasananya jadi lebih nyaman. Untuk membeli jajanan tidak terganggu lalu lintas," kata Dinda salah satu pengunjung asal Malang Jawa Timur.

Dinda sudah dua kali berkunjung di Malioboro. Kunjungan yang pertama dia lakukan bersama temannya di malam hari.

Baca Juga: HUT ke-269 Kota Jogja, Kawasan Malioboro Berlakukan Car Free Day 7 Oktober

"Ternyata datang di siang hari seru juga. Apalagi ini bertepatan dengan car free day. Jadi baik siang atau malam, ada ceritanya sendiri-sendiri," ungkapnya.

Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengungkapkan, uji coba bebas kendaraan selama 24 jam ini dilakukan Pemkot untuk melihat dampaknya seperti apa.

"Ini penting untuk mengevaluasi sekaligus merencanakan CFD. Apa saja masalah yang harus kita atasi," ujarnya saat memantau langsung.

Hasto tidak menampik, masih perlu ada kesiapan infrastruktur pendukung jika CFD akan jadi program rutin.

Seperti akses mobil yang lewat di jalan sirip-sirip lorong Malioboro. Sampai saat ini mobil masih harus putar balik.

Baca Juga: Pemkab Sleman Gelar Upacara Peringatan HUT ke-80 RI

"Kalau gak bisa putar balik gimana? Lurus mau masuk Malioboro gak boleh, terus gimana, padahal searah. Apalagi gang Malioboro sempit. Mau papasan gak bisa karena pinggir-pinggirnya banyak pedagang. Nah itu harus diatasi," ungkapnya.

Untuk itu, Hasto berharap adanya kantong parkir guna mengantisipasi penumpukan kendaraan bermotor yang melintas di sepanjang jalan mulai bekas parkiran Abu Bakar Ali (ABA) hingga Pasar Kembang.

Disitu mestinya tidak boleh ada parkir di Pasar Kembang atau selatan Stasiun Tugu sehingga lancar jalannya.

"Ke depan, saya berharap ada kantong parkir tambahan tidak harus parkirnya di selatan stasiun, bisa pakai valley," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.