Potret Malioboro Sekarang dan Dulu Ini Bikin Nostalgia...

Akurat.co,Jogja-Kawasan Malioboro yang sekarang memang berbeda dengan zaman dulu.
Terutama pada area trotoar yang biasa dipakai pejalan kaki.
Dulu trotoar kawasan Malioboro merupakan surganya belanja. Setiap kaki melangkah, akan disuguhi pedagang kaki lima yang menjajakan jualannya.
Mulai suvenir, baju batik, aneka aksesori, makanan, sampai tato temporer.
"Dulu menyusuri kaki lima Malioboro adalah healing terseru, beli gelang-gelang unik seribuan udah seneng banget," kata Nia, salah satu pengunjung setia Malioboro.
Baca Juga: Paguyuban Lurah dan Pamong Yogyakarta, Ikut Jaga Malioboro Agar Tetap Aman
Pengunjung lain, Tanti yang mengaku kangen dengan suasana Malioboro dulu.
Suasana Malioboro kini memang sudah berbeda. Sejak penataan dilakukan oleh pemerintah daerah DIY, tak ada lagi penjual di sepanjang trotoar kawasan Malioboro.
Para pedagang dipindahkan ke tempat khusus, dinamakan selasar Malioboro.
Alhasil, trotoar yang dulu dipenuhi pedagang kini steril. Kawasan itu hanya dikhususkan untuk pedestrian.
Pada awalnya, proses pencapaian kawasan pedestrian malioboro tersebut mendapatkan pro dan kontra dari lapisan masyarakat, seperti halnya saat adanya pemindahan kawasan pedagang dari trotoar malioboro ke teras Malioboro.
Hal yang paling diresahkan oleh mereka adalah pada aspek ekonomi. Mereka menilai bahwa adanya perubahan penataan kawasan pedestrian Malioboro nantinya dapat menurunkan omset.
Baca Juga: Reresik Malioboro, Upaya Menggugah Kepedulian Menjaga Kebersihan Wajah Jogja
Tetapi, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, tujuan perubahan penataan kawasan tersebut adalah untuk membuat identitas Malioboro yang lebih baik sehingga masyarakat yang datang ke kawasan tersebut semakin merasa nyaman dan aman.
Apa pendapatmu?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sukses Jual 1.000 Unit V23, iCAR Hadir di Sleman Yogyakarta
- 2Keren, Rasio Ketersediaan Darah PMI Kota Jogja Tertinggi se-Indonesia
- 3Tiket Online PSIM vs Persija Dijual Hari Ini, Simak Baik-baik Jam Penjualannya
- 4Penumpang KA Jarak Jauh Daop 6 Yogyakarta Tembus 10,5 Juta
- 5Antisipasi Banjir Sleman, Pemkab Petakan 3 Wilayah Fokus Mitigasi
- 6SHFC 2026 Digelar di JCM, Sleman Angkat Halal Fashion dan Kriya Lokal
- 7Diva Maulana hingga Oscar Prasetyo Berjaya di Kraton Cup XXVIII 2026
- 8MUNAS VII APTIKOM 2026: UAJY Desak Kampus IT Jadi Pusat Dampak di Era AI
- 9Batas Kelurahan Sleman Tuntas 100%, Sejarah Baru Bagi DIY?
- 10Pelajar Kota Jogja Beradu Kreativitas dan Imajinasi melalui Mural









