Jadi Warisan Budaya Takbenda, Pembuat Roti Kembang Waru Khawatirkan Tak Ada Penerus

Akurat.co,Jogja-Roti Kembang Waru Kotagede, Yogyakarta, masuk dalam warisan budaya takbenda.
Tapi, pembuatnya khawatir, roti akan punah karena tak ada regenerasi atau anak muda yang mau menjadi penerusnya.
Hal tersebut disampaikan Perwakilan Kelompok Perajin Roti Kembang Waru Purbo Arum, Indri Wahyuningsih.
Baca Juga: Sleman Punya 8 Warisan Budaya Tak Benda, dari Kuliner hingga Mitos Gunung Merapi
Ia menyebut, salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah masalah regenerasi.
"Anak-anak muda sekarang banyak yang memilih bekerja di sektor lain. Padahal, kalau ditekuni, membuat Roti Kembang Waru bisa menjadi usaha yang menjanjikan juga.
Kami berharap ada pelatihan dan pendampingan agar tradisi ini tetap bisa diteruskan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan untuk memperkuat keberlanjutan usaha, mulai dari pelatihan produksi, kemasan, pemasaran digital, hingga pendampingan perizinan usaha.
"Kami harap Roti Kembang Waru tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, namun juga berkembang menjadi ikon kuliner yang mendukung ekonomi warga Kotagede," tambahnya.
Sekilas kisah Roti Kembang Waru
Roti Kembang Waru resmi ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Mei 2023.
Penetapan ini menjadi bentuk pengakuan atas nilai sejarah dan tradisi panjang kuliner khas Kotagede yang telah ada sejak masa Kerajaan Mataram Islam.
Sebagai salah satu ikon kuliner tradisional Yogyakarta, Roti Kembang Waru tidak hanya memiliki cita rasa yang khas, tetapi juga sarat makna filosofis.
Bentuknya yang menyerupai bunga waru melambangkan kehangatan, keramahan, dan keterbukaan masyarakat Jawa.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan Roti Kembang Waru merupakan salah satu potensi lokal yang bisa dikembangkan lebih jauh.
Dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Hasto menambahkan, pelestarian dan pengembangan Roti Kembang Waru diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal berbasis budaya.
Baca Juga: Soto Moneter, Cita Rasa Soto Pakai Daun Kemangi yang Legendaris di Jogja
Dengan inovasi tanpa meninggalkan keaslian resep dan nilai tradisinya, kuliner khas Kotagede ini diharapkan terus lestari dan dikenal luas oleh generasi muda.
“Melestarikan tradisi bukan berarti berhenti berinovasi, tapi memastikan warisan budaya tetap hidup di setiap zaman dan sifatnya harus produktif.
Ke depan akan kita upayakan bersama agar Roti Kembang Waru didaftarkan HAKI, supaya arah pengembangannya lebih terencana,” terangnya.
Seniman dan Budayawan, RM Altiyanto Henryawan, menyebutkan selain sebagai simbol kearifan lokal, Roti Kembang Waru juga memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari branding pariwisata kuliner Yogyakarta.
"Kotagede yang dikenal sebagai kawasan bersejarah, dapat mengaktivasi Roti Kembang Waru dengan narasi yang lebih kuat untuk menambah nilai," sebutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tiket Offline PSIM vs Persija Dijual Hanya untuk Kelompok Suporter, Kapan Suporter Umum?
- 2Tiket Online PSIM vs Persija Dijual Hari Ini, Simak Baik-baik Jam Penjualannya
- 3Daftar 5 Lurah PAW Kabupaten Sleman yang Resmi Dilantik Hari Ini
- 4Sleman Darurat 'Obat Resep', Konsumsi Alprazolam Tembus 6,2 Juta Tablet, Apotek Mulai Meresahkan Warga
- 5Genap Berusia 270 Tahun, Ini Catatan Merah yang Bikin Pemkot Jogja Harus Kerja Keras
- 6Seri IM4AC 2026 Mandalika, M Badly Incar Podium Beruntun di Rumah
- 7LSP UGM Tambah 28 Skema Sertifikasi Baru, Siapkan Lulusan Kerja
- 8Gas Ke Honda Bikers Day 2026: Ratusan Bikers Jogja Siap ke Ambarawa
- 9SHFC 2026 Digelar di JCM, Sleman Angkat Halal Fashion dan Kriya Lokal
- 10Antisipasi Banjir Sleman, Pemkab Petakan 3 Wilayah Fokus Mitigasi





