Tak Sebatas Tempat Simpan Koleksi, Museum Ullen Sentalu Terus Perkuat Peran Sebagai Ruang Edukasi

Akurat.co, Jogja - Museum Ullen Sentalu terus memperkuat perannya sebagai ruang edukasi sekaligus pelestarian budaya di Yogyakarta.
Berada di dalam kawasan Kaliurang, tepatnya di Jalan Boyong Km 25 Hargobinangun, Pakem, Sleman, Museum Ullen Sentalu dinobatkan sebagai salah satu museum terbaik di Indonesia.
Museum ini tidak hanya berperan sbeagai ruang penyimpanann koleksi semata. Melainkan juga sbeagai lembaga edukasi yang menghidupkan nilai-nilai budaya melalui berbagai program.
"Museum juga berada pada dua ranah sekaligus. Institusi edukasi dan bagian dari industri pariwisata," kata Kepala Museum Ullen Sentalu, KRHT Daniel Haryodiningrat, Minggu (12/04/2026).
Baca Juga: Susun Raperda Tata Kelola Museum, Komisi D Himpun Masukan di Museum Affandi
Pengelola museum terus berupaya menghadirkan program yang tidak hanya menampilkan koleksi. Tetapi juga menghidupkan nilai-nilai budaya melalui konsep living heritage.
Karena menurutnya, pengelolaan museum di Yogyakarta membutuhkan sinergi yang kuat antara berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, akademisi, hingga komunitas budaya.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi budaya yang dimiliki daerah.
Saat ini DPRD DIY tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang museum. Raperda ini, untuk menegaskan peran museum.
Baca Juga: Mempelajari Jawa dan Indonesia di Museum Ullen Sentalu Jogja, Wisata Edukasi yang Instagramable
Tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam edukasi dan advokasi kebudayaan.
“Keprihatinan kami saat ini adalah belum adanya kolaborasi yang masif antara OPD seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata dalam mendukung peran museum. Padahal museum bisa menjadi ruang belajar yang penting bagi generasi muda,” kata Ketua Komisi D DPRD DIY RB Dwi Wahyu.
Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran akan sejarah di kalangan generasi muda. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah merupakan dasar dalam membentuk arah dan pandangan hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 15 Fakta Penting Demo 2 Tahun Prabowo Gibran di Jogja, Berakhir Rusuh, Massa Duduki DPRD hingga Malam
- 2Muhammadiyah Desak Hukum Tegas Pelaku Karhutla Tanpa Pandang Bulu
- 3Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar
- 4Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
- 5Hasil BRI Super League: Kalah 5 Laga Beruntun, PSIM Ingin Bangkit di Laga Berikut
- 6Yashinta: Ekonomi Kreatif DIY Terhambat Perda
- 7Waspada! Satu dari 5 Anak Indonesia Alami Obesitas, Dosen UMY Ungkap Penyebabnya
- 8Lahan UPN Yogyakarta yang Kena Tol Tiba-tiba Bertambah, Rektor Buka Suara
- 95 Rekomendasi Kuliner Ikonik dan Legend Jogja, Lengkap dengan Alamat Gmpas
- 10Prediksi BRI Super League: Isenmulang vs PSIM jadi Laga Pemecah Telur bagi Tamu?









