Jogja

Hingga September 2025, Jumlah Wisatawan di Sleman Capai 6,13 Juta

Yudi Permana | 2 November 2025, 17:00 WIB
Hingga September 2025, Jumlah Wisatawan di Sleman Capai 6,13 Juta

Akurat.co, Jogja - Sepanjang Januari - September 2025, kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman mencapai 6.134.299 orang.

Angka ini naik 0,27% dibanding periode tahun sebelumnya dengan 6.117.649 kunjungan.

Berdasarkan data Dinas Kabupaten (Dispar) Sleman, wisatawan nusantara masih mendominasi dari total kunjungan.

Sari 6,1 juta tersebut, sebanyak 96,70 persen atau 5.931.831 adalah wisatawan nusantara. Sisanya yang 202.468 adalah wisatawan mancanegara.

Baca Juga: Terungkap, Segini Rata-rata Uang yang Dihabiskan Wisatawan selama di Yogyakarta

Wisatawan dari Pulai Jawa seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten mendominasi yang berkunjung di Sleman dengan 89,50%.

Kemudahan akses transportasi menuju DIY, baik melalui jalur darat maupun udara, menjadi faktor pendukung utama peningkatan ini.

Sementara untuk wisatawan mancanegara, mayoritas berasal dari Malaysia dan Singapura.

Dibanding tahun lalu di periode yang sama, untuk wisatawan nusantara meningkat 3,29% (dari 5.743.128 menjadi 5.931.831 kunjungan).

Sementara wisatawan mancanegara naik 8,96% (dari 185.818 menjadi 202.468 kunjungan).

Baca Juga: Jumlah Wisatawan Asing Alami Penurunan, Wali Kota Yogyakarta: Perlu Event Besar Berdampak Internasional

"Candi Prambanan masih jadi objek wisata dengan tingkat kunjungan tertinggi," kata Kepala Bidang Pemasaran Dispar Sleman, Kus Endarto, Minggu (02/11/2025).

Lokasi populer kedua adalah Ibarbo Park dan terakhir Kawasan Kaliurang. Ketiganya menawarkan kombinasi wisata budaya, edukasi dan alam yang lengkap.

Dispar Sleman mentargetkan, sepanjang 2025 ada 8.427.784 kunjungan wisatawan. Artinya masih ada 2.293.485 wisatawan yang harus didatangkan ke Kabupaten Sleman.

Padahal waktu tinggal dua bulan. Dan saat ini juga sudah mulai masuk musim penghujan. "Ini yang menjadi tantangan kita," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.