Jogja

Sleman Terima 3 Sertifikat Warisan Budaya Takbenda

Atiek Widyastuti | 30 Agustus 2026, 12:43 WIB
Sleman Terima 3 Sertifikat Warisan Budaya Takbenda
Bebek Bacem Nglengis Sleman terima sertifikat WBTb 2026. - jogjaprov.go.id

Akurat.co, Jogja - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menerima tiga sertifikat penetapan Warisan Budaya Takbenda dari Gubernur DIY.

Ketiga sertifikat tersebut untuk seni pertunjukan Reog Keprajuritan, kesenian Sruntul dan tradisi kuliner lokal Bebek Bacem Nglengis.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan sertifikat kepada Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dalam puncak Bulan Warisan Dunia DIY bertajuk "Manjing Ajur-Ajer" Jogja Heritage Alive 2026 di Gerbang Barat Komplek Kepatihan DIY, Sabtu (29/08/2026).

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi menyampaikan, penyerahan sertifikat ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan warisan budaya takbenda Indonesia yang diakui dunia melalui UNESCO, seperti wayang, gamelan, keris, jamu, pencak silat, batik dan kebaya.

Baca Juga: Realisasi Pajak Capai Rp 86 M, 5 Kapanewon di Sleman Ini Lunas PBB P2 100 %

Dalam arahannya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, bahwa 84 sertifikat WBTb yang diserahkan se-DIY merupakan bentuk kepercayaan sekaligus amanat moral.

"Napas kebudayaan sejatinya berada di tangan masyarakat yang mau terus menghidupinya. Untuk itu warisan budaya tidak boleh hanya muncul saat ada perayaan saja. Melainkan harus hadir dalam pendidikan, pariwisata, ekonomi lokal, hingga tata ruang kampung," kata gubernur.

Melalui penetapan tiga sertifikat WBTb ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan menyediakan ruang berekspresi bagi para pelaku seni, pengrajin, hingga komunitas budaya lokal. Langkah ini menjadi prioritas agar kekayaan tradisi Sleman tetap memiliki ruang hidup dan kelestariannya terus terjaga melintasi zaman.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa berharap, pengakuan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi para pelaku seni dan masyarakat Sleman untuk terus merawat tradisi lokal agar tetap menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Pemkab Sleman Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Mahasiswa Magang Sleman Pintar

"Penghargaan ini tentunya bisa memotivasi dan memberikan semangat lagi kepada berbagai kesenian di Kabupaten Sleman yang masih berjalan agar tetap melekat dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Reog Keprajuritan Sleman

Merupakan seni pertunjukan rakyat khas gaya Yogyakarta yang menggambarkan kedisiplinan dan ketangkasan prajurit kerajaan.

Berbeda dengan Reog Ponorogo, kesenian ini menampilkan tarian beriringan gerak tegas dan dinamis, lengkap dengan formasi baris-berbaris, busana prajurit, serta iringan musik tradisional seperti gendang dan gong yang sarat akan nilai gotong royong dan kebersamaan.

Kesenian Sruntul

Merupakan salah satu bentuk drama tari dan seni pertunjukan rakyat tradisional yang tumbuh dan berkembang di masyarakat pedesaan Sleman.

Baca Juga: Peringatan Hari Kebaya Nasional 2025 Dipusatkan Di Candi Prambanan, Ada Kegiatan Apa Saja?

Pertunjukan ini menggabungkan tarian, teater kerakyatan, serta musik tradisional dengan mengangkat lakon dan cerita rakyat lokal. Ciri khas Sruntul terletak pada bentuk pementasannya yang hangat dan bersahaja

Bebek Bacem Nglengis

Merupakan warisan kuliner khas yang berpusat di Padukuhan Nglengis, Kalurahan Banyurejo Tempel, Kabupaten Sleman. Olahan ini memiliki cita rasa manis-gurih yang meresap sempurna hingga ke serat daging bebek yang empuk dan tidak amis.

Keistimewaan Bebek Bacem Nglengis terletak pada teknik pengolahannya secara tradisional yang diwariskan turun-temurun.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.