Sleman Terima 3 Sertifikat Warisan Budaya Takbenda

Akurat.co, Jogja - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menerima tiga sertifikat penetapan Warisan Budaya Takbenda dari Gubernur DIY.
Ketiga sertifikat tersebut untuk seni pertunjukan Reog Keprajuritan, kesenian Sruntul dan tradisi kuliner lokal Bebek Bacem Nglengis.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan sertifikat kepada Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dalam puncak Bulan Warisan Dunia DIY bertajuk "Manjing Ajur-Ajer" Jogja Heritage Alive 2026 di Gerbang Barat Komplek Kepatihan DIY, Sabtu (29/08/2026).
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi menyampaikan, penyerahan sertifikat ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan warisan budaya takbenda Indonesia yang diakui dunia melalui UNESCO, seperti wayang, gamelan, keris, jamu, pencak silat, batik dan kebaya.
Baca Juga: Realisasi Pajak Capai Rp 86 M, 5 Kapanewon di Sleman Ini Lunas PBB P2 100 %
Dalam arahannya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, bahwa 84 sertifikat WBTb yang diserahkan se-DIY merupakan bentuk kepercayaan sekaligus amanat moral.
"Napas kebudayaan sejatinya berada di tangan masyarakat yang mau terus menghidupinya. Untuk itu warisan budaya tidak boleh hanya muncul saat ada perayaan saja. Melainkan harus hadir dalam pendidikan, pariwisata, ekonomi lokal, hingga tata ruang kampung," kata gubernur.
Melalui penetapan tiga sertifikat WBTb ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan menyediakan ruang berekspresi bagi para pelaku seni, pengrajin, hingga komunitas budaya lokal. Langkah ini menjadi prioritas agar kekayaan tradisi Sleman tetap memiliki ruang hidup dan kelestariannya terus terjaga melintasi zaman.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa berharap, pengakuan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi para pelaku seni dan masyarakat Sleman untuk terus merawat tradisi lokal agar tetap menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Pemkab Sleman Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Mahasiswa Magang Sleman Pintar
"Penghargaan ini tentunya bisa memotivasi dan memberikan semangat lagi kepada berbagai kesenian di Kabupaten Sleman yang masih berjalan agar tetap melekat dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Reog Keprajuritan Sleman
Merupakan seni pertunjukan rakyat khas gaya Yogyakarta yang menggambarkan kedisiplinan dan ketangkasan prajurit kerajaan.
Berbeda dengan Reog Ponorogo, kesenian ini menampilkan tarian beriringan gerak tegas dan dinamis, lengkap dengan formasi baris-berbaris, busana prajurit, serta iringan musik tradisional seperti gendang dan gong yang sarat akan nilai gotong royong dan kebersamaan.
Kesenian Sruntul
Merupakan salah satu bentuk drama tari dan seni pertunjukan rakyat tradisional yang tumbuh dan berkembang di masyarakat pedesaan Sleman.
Baca Juga: Peringatan Hari Kebaya Nasional 2025 Dipusatkan Di Candi Prambanan, Ada Kegiatan Apa Saja?
Pertunjukan ini menggabungkan tarian, teater kerakyatan, serta musik tradisional dengan mengangkat lakon dan cerita rakyat lokal. Ciri khas Sruntul terletak pada bentuk pementasannya yang hangat dan bersahaja
Bebek Bacem Nglengis
Merupakan warisan kuliner khas yang berpusat di Padukuhan Nglengis, Kalurahan Banyurejo Tempel, Kabupaten Sleman. Olahan ini memiliki cita rasa manis-gurih yang meresap sempurna hingga ke serat daging bebek yang empuk dan tidak amis.
Keistimewaan Bebek Bacem Nglengis terletak pada teknik pengolahannya secara tradisional yang diwariskan turun-temurun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam





