Jogja

Sri Sultan Ajak Masyarakat Berdialog Selesaikan Polemik Pantai Sanglen Gunungkidul

M. Mubin Wibawa | 30 Juli 2025, 13:05 WIB
Sri Sultan Ajak Masyarakat Berdialog Selesaikan Polemik Pantai Sanglen Gunungkidul

Akurat.co,Jogja-Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak masyarakat melakukan dialog dalam penyelesaian polemik lahan Pantai Sanglen, Gunungkidul.

Dalam hal ini, Sultan menegaskan tiga hal utama, ruang dialog, kompensasi layak, dan penegasan bahwa tanah yang dipersoalkan milik keraton.

"Ya gak apa-apa, mau dialog aja gak apa-apa. Didialogin aja. Itu loh. Untuk dipahami statusnya tanah bagaimana. Ya kan? Ada penggantinya gak.

Jangan ditelantarkan," ujar Sri Sultan saat menanggapi adanya penolakan dari sejumlah warga dan lembaga bantuan hukum (LBH) atas agenda pengosongan kawasan tersebut.

Disebutkan di kawasan tersebut bakal dibangun hotel sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata di Gunungkidul.

Baca Juga: Wisatawan Asal Jakarta Timur Hilang Misterius Di Pantai Siung, Sempat Tanyakan Watu Togok

Sultan menilai tidak ada masalah selama pembangunan itu sesuai ketentuan dan telah mendapat persetujuan dari Bupati setempat.

"Silakan aja. Yang penting untuk bikin apa disetujui oleh bu bupati, ya boleh aja gitu. Untuk investasi atau apa pun, silakan aja. Tapi rembukan yang baik, gitu aja," ujarnya.

Dikutip dari laman resmi pemerintah provinsi DIY, Sri Sultan juga menanggapi keluhan warga yang menyebut pengosongan akan berdampak pada usaha mereka, terutama bagi mereka yang sudah bertahun-tahun berdagang di kawasan tersebut.

Ia mengingatkan bahwa tanah itu merupakan milik keraton, dan warga yang menempatinya selama ini tidak memiliki hak hukum atas lahan tersebut.

"Gak usah bicara hak-haan. Kalau memang dia tidak punya hak, ya bagaimana? Apakah kasih pesangon? Kasih pesangon itu sudah dianggap memadai gak? Nah itu kan harus dibicarakan," jelasnya.

Sri Sultan menegaskan bahwa jika warga memang tidak memiliki hak atas tanah tersebut, maka mereka harus bersedia mengikuti aturan dan meninggalkan lahan tersebut secara tertib.

Namun, ia juga mengingatkan pentingnya memberikan solusi yang manusiawi, termasuk opsi kompensasi dan relokasi.

Baca Juga: Pesona Pantai Ngetun yang Jadi Surga Tersembunyi di Gunung Kidul

Pemerintah DIY berharap polemik ini dapat diselesaikan dengan baik, tanpa konflik berkepanjangan.

Sri Sultan mengajak semua pihak, khususnya warga yang terdampak, untuk membuka ruang dialog dan bersama-sama mencari solusi yang adil dan beradab.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.