Akurat.co,Jogja-Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat, angka kehamilan di wilayahnya mengalami penurunan pada 2025.
Data mencatat, pada 2024 jumlah kehamilan mencapai 2.139 kasus, sementara hingga Agustus 2025 turun menjadi 1.311 kasus.
Pada 2024 terdapat 2.137 bayi lahir, sedangkan hingga Agustus 2025 sebanyak 1.265 bayi.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengatakan, penurunan angka kehamilan dan kelahiran ini menunjukkan bahwa sosialisasi KB berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat.
Baca Juga: Penelitian Ungkap, Gen Z di Indonesia Ternyata Suka Buang Makanan
Yang lebih penting, angka kematian bayi menurun signifikan, yang artinya kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di Kota Yogyakarta semakin baik,” jelas Hasto dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Kamis (25/9/2025).
Angka kematian bayi pada 2024 tercatat 21 kasus, dan hingga Agustus 2025 hanya 6 kasus.
Selain itu, jumlah peserta KB juga menunjukkan tren positif. Pada 2024 tercatat 23.782 peserta KB, sedangkan hingga Agustus 2025 jumlahnya sudah mencapai 22.187 peserta.
Dengan sisa empat bulan tersisa di tahun ini, Hasto optimistis angka tersebut akan terus bertambah dan bahkan melampaui capaian tahun 2024.
Baca Juga: Di Yogyakarta Bakal Digelar Sebatik 2025, Bersepeda Menyusuri Jogja dengan Outfit Batik
Hasto mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta akan selalu berkomitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan warga dan pengendalian penduduk melalui program sosialisasi Keluarga Berencana (KB).
Upaya ini terbukti mampu menekan angka kehamilan, kelahiran, sekaligus menurunkan angka kematian bayi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Inovasi Smart Claypot UPNVY, Simpan Cabai 15 Hari Tanpa Listrik
- 2Pembukaan FKY 2026, Hadirkan Kolaborasi Apik Sultan dan Kunto Aji
- 3JJLS Kelok 23 Mulai Diuji Coba, DPRD DIY Soroti Hal Ini
- 4544 Atlet ASN Siap Berlaga dalam PORPRIDA DIY 2026
- 5Pelantikan Pengurus Peradi 3 Kabupaten/Kota, Dorong Sinergi Penegakan Hukum Berkeadilan
- 6Keren, Jam Belajar Masyarakat Kota Jogja Dimulai dari Tingkat RW
- 7Warga Sengir Sleman Terima Serat Kekancingan dari Keraton
- 8Pantai Gumuk Pasir jadi Saksi Pembaretan Pasukan Perdamaian PBB di Afrika Tengah
- 9Inovasi Smart Claypot UPNVY, Simpan Cabai 15 Hari Tanpa Listrik
- 10Pantai Gumuk Pasir jadi Saksi Pembaretan Pasukan Perdamaian PBB di Afrika Tengah






