BPBD Jogja Ingatkan Potensi Banjir dan Tanah Longsor, Kelompok Tangguh Bencana Dioptimalkan

Akurat.co,Jogja-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengingatkan potensi banjir dan tanah longsor sepanjang akhir tahun sampai awal tahun 2026.
Hal tersebut mengacu kepada prakiraan BMKG. BMKG memperkirakan akan terjadi peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berpotensi menimbulkan bencana mulai Oktober hingga Januari 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat menjelaskan, BMKG Wilayah Yogyakarta juga memantau adanya peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Baca Juga: Sepanjang Oktober 2025 20 Rumah Rusak karena Cuaca Ekstrem, BPBD Kota Jogja Imbau Warga Waspada
Ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai kilat, angin kencang, serta potensi banjir, tanah longsor, dan puting beliung, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi.
Pihaknya juga terus mengoptimalkan peran anggota KTB di lapangan. Setiap anggota dijadwalkan piket rutin dua kali sehari pada pukul 09.00 pagi dan 21.00 malam untuk memantau kondisi wilayah dan melaporkan perkembangan potensi bencana.
Salah satu yang dilakukan adalah dengan mengadakan simulasi peralatan Early Warning System (EWS) atau Sistem Peringatan Dini Banjir di lima sungai, menggandeng KTB.
Salah satu anggota KTB Kali Belik, Jarwo Kuswanto mengungkap, sejak pemasangan EWS warga di wilayahnya semakin waspada.
“EWS ini sudah dipasang sekitar dua tahun. Bunyi peringatannya sering terdengar. Namun sampai saat ini belum pernah terjadi banjir besar di sini,” katanya.
Baca Juga: 3 Proyek Infrastruktur Padat Karya Diresmikan, Wabup Sleman: Wujud Nyata Gerakkan Ekonomi Masyarakat
BPBD Pemkot Jogja mencatat, peristiwa cuaca ekstrem yang terjadi di Kota Yogyakarta pada tanggal 21 Oktober 2025 lalu menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat.
Saat itu tercatat hampir 50 kejadian, di antaranya 22 pohon tumbang, 10 atap rumah roboh, kerusakan jaringan TV, serta beberapa baliho ambruk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam








