Mengenal Batik Tiga Negeri Karya Afif Syakur, Dipamerkan di Pusat Desain Industri Nasional Yogyakarta

Akurat.co,Jogja-Salah satu desainer batik Yogyakarta, Afif Syakur memamerkan karya 'Batik Tiga Negeri' di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Yogyakarta.
Afif mengatakan, semoga karyanya bisa dinikmati semua kalangan dan menjadi pemacu UKM dan perajin batik membuat karya unggulan.
"Batik itu bukan masa lalu saja, tapi masa kini dan masa depan. Batik masa depan menurut saya tidak ada batasnya. Saya berharap memacu teman-teman menjadikan batik sebuah produk yang layak diangkat menjadi suatu karya seni," terang Afif di sela-sela pembukaan pameran, Selasa (2/12/2025).
Pembukaan dihadiri langsung Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Adipati Paku Alam X. Juga Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo.
Afif mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan UKM Kota Yogyakarta yang memfasilitasi tempat secara gratis untuk pameran.
Pameran dilaksanakan mulai 3-9 Desember mendatang.
Batik Tiga Negeri milik semua kalangan
Menurutnya Batik Tiga Negeri dahulu dinikmati baik dari kalangan atas maupun bawah seperti tani. Batik adalah suatu perjalanan panjang yang perlu kesabaran, dedikasi tinggi, dan dicintai.
Batik Tiga Negeri secara tradisional, terkenal karena proses pewarnaannya yang dilakukan di tiga daerah berbeda, Lasem untuk warna merah, Pekalongan untuk warna biru, dan Yogyakarta/Solo untuk warna soga cokelat.
Ada sekitar 25 lembar hasil karya Atif dengan konsep dan teknik pembatikan tiga negeri.
Beberapa karya batik yang dipamerkan antara lain Batik Tiga Negeri Tempo Dulu, batik motif Keong Sari, motif Satria Wibawa.
GKBRAy) Adipati Paku Alam X mengungkap, hasil karya itu penting bagi khasanah warna Nusantara dan menjadi mercusuar dalam pelestarian dan pengembangan Batik Tiga Negeri.
"Melalui Batik Tiga Negeri, Mas Afif telah mengekspresikan diri secara jujur dan autentik, sehingga memunculkan ciri yang unik yang menjadi identitas baru bagi karyanya," ungkapnya.
Baca Juga: KAI Area 6 Yogyakarta Punya Cara Unik untuk Peringati Hari Batik Nasional
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo mengatakan pameran batik harus bisa membawa dampak khususnya UMKM maupun IKM batik Kota Yogyakarta untuk berinovasi dalam berkarya.
"Apalagi ini Kota Yogyakarta sedang mendorong perajin-perajin batik untuk selalu berinovasi, berkreativitas dengan batik-batiknya," tegasnya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam





