5 Fakta Menarik Batik Segoro Amarto ASN Pemkot Jogja, Libatkan Ratusan Perajin Kecil, Bakal Dipakai 65.000 Pelajar

Akurat.co,Jogja-Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan Batik Segoro Amarto Reborn sebagai pakaian dinas harian tiap hari Selasa.
Penggunaan perdana Batik Segoro Amarto Reborn sebagai seragam ASN Pemkot Yogyakarta mulai 7 Oktober 2025 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-269 Kota Yogyakarta.
Baca Juga: Cerita Juru Parkir Kota Jogja Beralih ke Sistem Digital, Biasa Tunai Kini Ikuti Perubahan Zaman
Sejumlah fakta menarik melatarbelakangi penggunaan batik ini. Apa saja?
1. Segoro Amarto memiliki filosofi kuat
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan mengungkap, Segoro Amarto itu singkatan dari Semangat Gotong Royong Agawe Majuning Kota Yogyakarta.
Menurutnya, batik tersebut mengalami redesain lagi motifnya dengan menambahkan sebagai tugu ciri khas Kota Yogya.
2. Akan dipakai 65.000 pelajar Jogja
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menegaskan ada sekitar 6.500 ASN Pemkot Yogyakarta wajib menggunakan seragam Batik Segoro Amarto.
Nantinya akan bertahap ditambah dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Termasuk tahun depan bertahap anak-anak sekolah di Kota Yogyakarta dengan jumlah sekitar 65.000 menggunakan Batik Segoro Amarto.
3. Libatkan ratusan perajin
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Nugroho menjelaskan Batik Segoro Amarto Reborn diproduksi 6 Koperasi Kelurahan Merah Putih dan 2 Koperasi Batik non Merah Putih di Kota Yogyakarta.
Dalam produksi Batik Segoro Amarto di 8 koperasi itu melibatkan 167 pengrajin batik dan 137 orang tenaga kerja dan 47 diantaranya dari pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS) maupun Program Keluarga Harapan (PKH).
4. Ikut memecahkan masalah pengangguran dan kemiskinan
Oleh sebab itu penggunaan seragam Batik Segoro Amarto setidaknya ikut memecahkan masalah pengangguran dan kemiskinan di Kota Yogyakarta.
5. Kombinasi canting dan tulis
Salah satu proses pembuatan Batik Segoro Amarto Reborn tidak hanya dengan metode batik cap tapi juga dikombinasi dengan teknik canting atau batik tulis.
Tri Karyadi mengatakan ke depan untuk penggunaan Batik Segoro di sekolah akan diawali dengan tahapan edukasi terkait batik.
Mengingat selama ini kebanyakan yang dipakai adalah kain printing motif batik.
Namun pihaknya menegaskan untuk seragam sekolah arahnya tidak harus langsung beli.
Tapi edukasi dahulu terkait Batik Segoro Amarto, ada upaya pemberdayaan masyarakat serta proses pembuatan batik panjang sehingga harus menghargai profesi pembatik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam








