Jogja

Manfaatkan Kayu Hanyut Sisa Banjir Bandang, UGM Bangun 550 Hunian Sementara di Aceh

M. Mubin Wibawa | 17 Januari 2026, 11:05 WIB
Manfaatkan Kayu Hanyut Sisa Banjir Bandang, UGM Bangun 550 Hunian Sementara di Aceh

Akurat.co,Jogja-Memanfaatkan kayu yang hanyut sisa banjir bandang, Universitas Gadjah Mada (UGM) membangun hunian sementara bagi warga korban bencana di Aceh.

UGM akan membangun 550 unit hunian memanfaatkan kayu yang terbawa derasnya banjir bandang. Pembangunan 550 unit merupakan kelanjutan dari pembangunan 100 unit sebelumnya.

Baca Juga: Mendagri Ungkap Pemerintah Bakal Percepat Pembangunan 1.000 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Aceh

Salah satu Tim UGM, Ir. Ashar Saputra, mengungkapkan kebutuhan pembangunan 550 huntara berangkat dari kondisi riil kerusakan permukiman warga di Aceh.

Di Desa Geudumbak saja, tercatat sekitar 430 rumah mengalami rusak berat hingga hancur akibat banjir.

Dari jumlah tersebut, 330 unit hunian sementara direncanakan dibangun dengan dukungan penyediaan dan pengolahan kayu oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sementara itu, 120 unit lainnya direncanakan untuk wilayah Aceh Tamiang dengan dukungan BNPB dan Kementerian Kehutanan.

“Inisiatif ini bertujuan memindahkan penyintas dari tenda yang kurang layak ke rumah yang sehat, aman, dan dapat menjalankan fungsi sebagai rumah keluarga,” ujar Ashar, dikutip dari laman resmi UGM, Sabtu (17/1/2026).

Dalam pelaksanaan program ini, UGM turut menggandeng Rumah Zakat yang berperan sebagai donor sekaligus mitra yang terlibat langsung dalam penyediaan dan pelatihan tenaga tukang lokal.

Rumah ukuran 6x6 meter

Dari sisi desain, huntara berbasis kayu ini dirancang dengan ukuran 6 x 6 meter.

Desain tersebut mengakomodasi dua kamar tidur yang bersifat privat, satu ruang multifungsi untuk dapur atau ruang keluarga, serta satu teras.

Ashar menjelaskan kebutuhan material kayu diperkirakan sekitar 4 meter kubik untuk rumah tanpa lantai panggung dan sekitar 5 meter kubik untuk rumah dengan lantai panggung.

Baca Juga: Guru Besar Geologi UGM Prof.Dwikorita: Wilayah yang Terkena Banjir Tak Layak Dijadikan Hunian

Material yang perlu didatangkan dari luar lokasi meliputi atap galvalum serta paku, baut, dan mur.

“Sebisa mungkin material kayu diambil dari lokasi terdekat, sementara bahan pendukung lainnya disuplai dari luar,” ungkap Ashar.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.