Ratusan Pelajar di Bantul Ikuti Pelatihan Penanganan Bencana Gempa Bumi

Akurat.co, Jogja - Sebanyak 200 pelajar SMAN 1 Jetis dan SMAN 1 Jetis Bantul mengikuti simulasi bencana gempa bumi yang digelar oleh InJourney Destination Management (IDM) melalui InJourney Community Care.
Simulasi ini merupakan inisiatif kolaboratif oleh IDM bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY melalui Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (Sekber SPAB) di masing-masing sekolah.
Pelatihan tanggap bencana gempa bumi ini dilangsungkan di masing-masing sekolah selama dua hari, Rabu-Kamis (28–29/01/2026).
Operation Group Head IDM Leonardus Adityo Nugroho mengatakan, pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran dan keterampilan dasar pelajar, terutama dalam menghadapi situasi darurat bencana.
Baca Juga: Ditertibkan dari Trotoar, Ini Ungkapan Pemilik Lapak Permak Jins dan Servis Koper di Jalan Sardjito
"Komitmen kami untuk memperkuat dan meningkatkan kesadaran rekan-rekan terutama di daerah rawan bencana agar terus siaga dan siap menghadapi bencana," katanya.
Menurut Koordinator PH Sekber SPAB DIY Budi Santoso, pelatihan diikuti 200 pelajar. Sebelum simulasi, mereka terlebih dahulu mengikuti serangkaian materi intensif. Mencakup spektrum mitigasi yang meliputi pemahaman risiko mengenai potensi bencana gempa bumi, teknik penyelamatan, evakuasi hingga simulasi penanganan darurat.
“Peserta juga diajarkan untuk merespon bencana dengan tenang, mencari perlindungan serta simulasi jalur evakuasi menuju titik kumpul (assembly point) tanpa kepanikan," ujarnya.
Budi Santoso menambahkan, Sekber SPAB DIY mengindikasi 14 potensi bencana di Yogyakarta. Sementara kajian risiko bencana di Kabupaten Bantul sendiri ada 11 potensi yang meliputi bencana gempa, tsunami, cuaca ekstrim, banjir, kebakaran, tanah longsor, kekeringan, abrasi dan gelombang ekstrim, wabah penyakit serta kegagalan teknologi.
Baca Juga: Sepanjang 2025, PMI Sleman Distribusikan 39.210 Kantong Darah, Ada yang Dimusnahkan Juga
“Indikator SPAB yang utama adalah terkumpulnya informasi ancaman, potensi kerentanan dan tindakan penyelamatan untuk mengurangi risiko bencana. Dukungan berbagai pihak diperlukan untuk menumbuhkan kesadaran dan keterampilan penanganan bencana di seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK Andre Notohamijoyo, langkah kolaboratif dalam pengurangan risiko bencana (PRB) ini selaras dengan pelaksanaan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) dan Indeks Kapasitas Daerah (IKD) sebagai instrumen utama pengukuran kinerja pengurangan risiko bencana nasional.
"IRBI dan IKD merupakan indikator strategis dalam mewujudkan ketangguhan nasional terhadap bencana. Diperlukan sinergi agar data, kebijakan dan aksi di lapangan bisa memperkuat sistem ketahanan bencana nasional,” jelasnya.
Salah satu peserta pelatihan, Azkia Shofwa Al Maala (16 tahun) mengatakan, dirinya kehilangan kakek neneknya saat gempa bumi Yogyakarta 2006 lalu.
Baca Juga: Simak Prospek Cuaca DIY Tanggal 31 Januari dan 1 Februari 2026
“Saya diceritakan ayah, kalau nenek dan kakek saya meninggal karena tertimpa reruntuhan rumahnya. Paman saya pun juga mengalami patah tulang saat kejadian tersebut. Walau saya belum lahir, namun cerita tersebut membekas bagi saya,” jelasnya siswi Kelas X SMA I Jetis Bantul tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Keren, Rasio Ketersediaan Darah PMI Kota Jogja Tertinggi se-Indonesia
- 2Tiket Online PSIM vs Persija Dijual Hari Ini, Simak Baik-baik Jam Penjualannya
- 3Sukses Jual 1.000 Unit V23, iCAR Hadir di Sleman Yogyakarta
- 4Penumpang KA Jarak Jauh Daop 6 Yogyakarta Tembus 10,5 Juta
- 5SHFC 2026 Digelar di JCM, Sleman Angkat Halal Fashion dan Kriya Lokal
- 6Antisipasi Banjir Sleman, Pemkab Petakan 3 Wilayah Fokus Mitigasi
- 7MUNAS VII APTIKOM 2026: UAJY Desak Kampus IT Jadi Pusat Dampak di Era AI
- 8Seri IM4AC 2026 Mandalika, M Badly Incar Podium Beruntun di Rumah
- 9Batas Kelurahan Sleman Tuntas 100%, Sejarah Baru Bagi DIY?
- 10Pelajar Kota Jogja Beradu Kreativitas dan Imajinasi melalui Mural





