Jogja

Ditertibkan dari Trotoar, Ini Ungkapan Pemilik Lapak Permak Jins dan Servis Koper di Jalan Sardjito

M. Mubin Wibawa | 30 Januari 2026, 17:40 WIB
Ditertibkan dari Trotoar, Ini Ungkapan Pemilik Lapak Permak Jins dan Servis Koper di Jalan Sardjito

Akurat.co,Jogja-Deretan lapak di sepanjang jalan Sardjito dan Jalan Kahar Muzakar ditertibkan Pemkot Jogja.

Mereka dialihkan menempati kios-kios yang ada di Pasar Terban, yang sudah direnovasi.

Sepanjang trotoar yang dulunya penuh dengan lapak permak jins, penjual buku, servis tas dan koper, dan lainnya, kini pun lengang ditinggalkan penghuninya.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengungkapkan, penertiban lapak di area trotoar dilakukan untuk mendukung pembangunan taman dan jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman.

Baca Juga: Mulai Beroperasi 10 Januari, Ini Harapan Pedagang Pasar Terban

“Jadi kami akan segera memanfaatkan trotoar itu untuk taman dan untuk pekerjaan pedestrian,” tuturnya.

Sejumlah pemilik lapak mengungkapkan perasaan mereka setelah relokasi ke Pasar Terban.

Pemilik kios servis tas dan koper, Isa Ansori (65) menyatakan, relokasi tersebut memaksa dirinya untuk beradaptasi pada lingkungan dan kebiasaan baru.

Meski didukung dengan fasilitas yang memadai, terjadi perubahan pada pola transaksi yang berdampak pada menurunnya jumlah pelanggan.

“Kita di sana (trotoar) itu ya berusaha saja cari uang, enak. Dalam arti enak kan orang tinggal mampir, betulin. Kalau di sini ya agak sedikit adaptasi bagaimana seperti itu,” ungkapnya.

Pemilik kios buku, Wahyu Narmi mengungkapkan, kios barunya belum memberikan kemudahan akses seperti lokasi lama yang berada di pinggir jalan.

Calon pembeli harus melewati beberapa tahap perjalanan untuk dapat menemukan kios yang dituju.

“Kalau di sana kan ada orang lewat, lihat, mampir, turun (dari) motor langsung depan toko. Di sini kan masih tempat baru, apalagi kadang orang (bisa langsung) nanya di sana, kalau di sini kan masih nyari-nyari (kios barunya),” ujarnya.

Baca Juga: Selesai Dibangun, Pasar Terban Kembali Beroperasi Awal Januari 2026

Hal senada disampaikan Iwan, pemilik permak jins. Ia mengaku kehilangan omzet lumayan besar setelah relokasi.

Sementara itu, Ricky Pratama, mahasiswa Hukum UGM sekaligus pelanggan kios buku menilai, penertiban lapak tersebut membawa dampak positif bagi keselamatan lalu lintas dan tata kota yang terstruktur.

“Kalau misalnya di pinggir jalan kayak gitu kan juga menghalangi jalan, terus juga susah mendapatkan akses di sana ya.

Makanya itu dipindahin ke sini biar lebih efektif dan juga ya lebih tertata rapi aja sih,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti menambahkan, relokasi lapak pedagang yang sebelumnya berada di badan trotoar dilakukan demi pengembalian fungsi trotoar, dan demi kenyamanan pedestrian.

“Tetap sebagai trotoar, dikembalikan fungsinya sebagai trotoar,” tegasnya usai pertemuan bersama pihak UGM.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.