Akurat.co, Jogja - Watu Togok tengah jadi perbincangan karena hilangnya wisatawan berinisial AN asal Jakarta Timur.
Tiga hari sejak berita kehilangannya, AN masih dalam pencarian tim SAR Gabungan.
Lantas seperti apa Watu Togok yang berada di sebelah timur Pantai Siung Gunungkidul tersebut?
Dilansir dari Wikipedia, Togog adalah salah satu karakter dalam wayang yang dicirikan dengan fisik pendek, hidung besar dan bermulut dower.
Watu Togok sendiri sebutan yang diberikan oleh penduduk lokal. Karena susunan batuan vulkanik seperti breksi vulkanik, lava, andesit dan terobosan mikrodiorit yang berusia 40 tahun tersebut menyerupai tokoh Togog.
Baca Juga: Berikut Hasil Pencarian Di Hari Ketiga Pencarian Wisatawan yang Hilang Di Pantai Siung Gunungkidul
Posisi batu raksana yang menghadap ke Samudra Hindia tersebut memang sekilas terlihat kokoh dan memesona.
Namun siapa sangka dibalik keindahannya, Watu Togok menyimpan kisah mistis dan juga berbahaya.
Tidak termasuk wisata resmi, sehingga masyarakat menyebutkan sebagai kawasan terlarang.
Berbahaya karena kondisi alamnya yang ekstrem. Tebing curam, ombak besar dan juga anginnya kencang menjadinya Watu Togok jadi salah satu titik paling rawan di pesisir selatan Gunungkidul.
Tak heran jika masyarakat maupun nelayan tidak berani yang mendekat. Terutama ketika ombak muncul.
Baca Juga: Wisatawan Asal Jakarta Timur Hilang Misterius Di Pantai Siung, Sempat Tanyakan Watu Togok
Posisi Watu Togok memang memiliki daya tarik visual yang kuat. Pemandangan langsung ke laut lepas dan juga eksotisme batuan karang yang menjulang tinggi.
Kejadian hilangnya wisatawan tersebut menjadi pengingat kalau pesisir selatan Yogyakarta, terutama area non wisata itu menyimpan resiko tinggi.
Bagi wisatawan, pastikan tetap berada di jalur resmi dan mengikuti arahan petugas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sinergi Lintas Daerah, Sleman dan Klaten Bagi Potensi Pajak Candi Prambanan Demi Dongkrak PAD
- 2Gebrakan VinFast di Jogja: Rilis 3 Motor Listrik Baru, Varian Termurah Bisa Tembus 145 Km
- 3Siap-siap! Perusahaan di Gunungkidul Buka 1.000 Lapangan Kerja Baru
- 4Rayakan Dies Natalis ke-61, UAJY Tegaskan Komitmen Pendidikan Berdampak Nyata
- 5Finis Keempat di Race 2 Aragon, Ramadhipa Jaga Asa Tembus 3 Besar Klasemen JuniorGP
- 6Nostalgia Zaman Dulu melalui Pasar Lawas Mataram di Kawasan Masjid Gedhe Bantul
- 7Kembali Berlatih usai Libur, Skuad PSIM Fokus Kembalikan Kebugaran
- 8Heboh Grup Chat Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa Teknik, Ini Pernyataan UGM
- 9DIY Bebas Rabies, Kenapa Sleman Malah Gelar Vaksinasi Gratis Gede-gedean?
- 10Musim Hujan DIY Mulai November 2026, Dua Wilayah Ini Bakal Basah Duluan






