Jogja

Produksi Ikan Terbesar tapi Tingkat Konsumsi Rendah, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Ungkap Penyebabnya

M. Mubin Wibawa | 16 Oktober 2025, 08:05 WIB
Produksi Ikan Terbesar tapi Tingkat Konsumsi Rendah, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Ungkap Penyebabnya

Akurat.co,Jogja-Daerah Gunungkidul menjadi wilayah dengan produksi ikan terbesar. Tapi konsumsi ikan masyarakatnya masih tergolong rendah.

Fakta tersebut membuat Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih berpikir keras mencari penyebabnya.

“Saya berpikir dan merenung, kenapa kita penghasil ikan tapi konsumsi ikannya kecil?," katanya.

Bupati mengungkap, masyarakat Gunungkidul sejauh ini hanya mengandalkan menu ayam atau daging dalam kegiatan sosial. Menu ikan belum dijadikan kebiasaan.

Baca Juga: Ratusan Penambang Rakyat Geruduk Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, Desak Segera Turunkan Rekomtek

Endah membandingkan budaya makan ikan masyarakat Jepang. Kata dia, kalau masyarakat Jepang bisa makan ikan setiap hari dan cerdas, kenapa kita tidak bisa?

"Ini PR kita bersama bagaimana membuat gerakan makan ikan menjadi kesadaran penuh masyarakat,” lanjutnya.

Endah pun mengemukakan bila perlu membuat surat edaran bupati agar setiap kegiatan yang dibiayai pemerintah daerah dan disajikan secara prasmanan wajib memiliki menu ikan.

Politisi PDIP ini juga menambahkan, salah satu tantangan yang perlu dijawab adalah memperluas akses ikan segar bagi masyarakat.

Ia menilai, ke depan perlu dipikirkan keberadaan fish market di pusat kota agar masyarakat semakin mudah mendapatkan ikan berkualitas.

“Betapa bangganya kalau warga Gunungkidul gemar makan ikan dan anak-anak kita terhindar dari stunting,” kata Bupati.

Bikin acara lomba masak ikan

Salah satu cara membudayakan gemar makan ikan dilakukan Pemkab Kabupaten Gunungkidul.

Seperti yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dengan menggelar lomba masak ikan antar Kapanewon se-Kabupaten Gunungkidul sekaligus Pameran Produk Perikanan di Bangsal Sewokopeojo, Wonosari, Selasa (14/10/2025).

Kegiatan ini menjadi wadah kreatif bagi masyarakat dalam mengolah ikan laut maupun ikan air tawar.

Baca Juga: Mendagri Ajak Pemda Optimalkan Potensi Ekonomi Daerah

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, Johan Wijayanto, menjelaskan bahwa lomba ini mengusung tema “Kreasi Olahan Ikan untuk Generasi Emas Bumi Handayani.”

Tujuan utama kegiatan ini, menurut Johan, adalah memperkenalkan beragam olahan ikan kepada masyarakat, meningkatkan angka konsumsi ikan, dan mendukung program penurunan stunting.

“Angka konsumsi ikan kita saat ini 32,4 kilogram per kapita per tahun, masih di bawah rata-rata DIY yang mencapai 36 kilogram, namun lebih tinggi dibanding Kulon Progo dan Bantul,” jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.