Hadapi Bencana, BPBD Sleman Siapkan Program Strategis

Akurat.co, Jogja - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman telah menyiapkan beberapa program strategis guna menghadapi bencana.
Apalagi saat ini sudah masuk musim penghujan. Di beberapa wilayah juga terjadi beberapa bencana. Terutama pohon tumbang.
Berdasarkan analisis BPBD, beberapa bencana yang berpotensi terjadi di Sleman saat musim hujan adalah banjir lahar hujan, tanah longsor dan cuaca ekstrem.
Untuk itu, salah satu fokus utama BPBD adalah penguatan dan optimalisasi sistem peringatan dini.
Baca Juga: LKBN ANTARA berikan kesempatan mahasiswa di Yogyakarta jadi wartawan
"Melalui sistem ini, masyarakat bisa mendapatkan informasi cepat dan akurat mengenai potensi bencana, sehingga dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sleman Haris Martapa, Jumat (14/11/2025).
Haris menambahkan, ada empat program yang dimiliki BPBD Sleman dalam upaya peningkatan kapasitas masyarakat untuk menghadapi bencana.
Pertama, pembentukan Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana). Saat ini seluruh kalurahan di Kabupaten Sleman yang berjumlah 86 telah menjadi Kaltana.
Seluruh Kaltana telah memiliki unit pelaksana penanggulangan bencana yang didukung komunitas relawan setempat untuk melaksanakan kegiatan pra bencana seperti mitigasi bencana. Sosialisasi maupun kegiatan siaga darurat seperti mempersiapkan sumberdaya dan pemantauan informasi
Kedua, memberikan pelatihan pada fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Mereka dibekali ilmu dan praktek untuk menjadi fasilitator.
Baca Juga: UAJY Jalin Kolaborasi Internasional di Bidang Bioakustik Konservasi Burung Migran
"Diharapkan fasilitator yang dilatih dapat membentuk SPAB secara mandiri yang terdokumentasi dengan baik dan berkelanjutan," jelasnya.
Ketiga, saat ini BPBD Sleman telah memberikan pelatihan dan bantuan peralatan bagi 70 komunitas relawan bencana. Melalui metode pelatihan serta pemberian bantuan peralatan. BPBD Sleman juga telah membekali 2.481 relawan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Selanjutnya yang keempat, BPBD Sleman telah melaksanakan Gladi Kesiapsiagaan Bencana Tanah Longsor, di beberapa lokasi yang dianggap rawan potensi bencana tersebut. Terutama daerah-daerah perbukitan di wilayah Kapanewon Prambanan.
”Gladi kebencanaan juga untuk melatih koordinasi antara pemangku wilayah. Mulai dari padukuhan, kalurahan, kapanewon hingga kabupaten,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 15 Fakta Penting Demo 2 Tahun Prabowo Gibran di Jogja, Berakhir Rusuh, Massa Duduki DPRD hingga Malam
- 2Muhammadiyah Desak Hukum Tegas Pelaku Karhutla Tanpa Pandang Bulu
- 3Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
- 4Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar
- 5Hasil BRI Super League: Kalah 5 Laga Beruntun, PSIM Ingin Bangkit di Laga Berikut
- 6Yashinta: Ekonomi Kreatif DIY Terhambat Perda
- 7Lahan UPN Yogyakarta yang Kena Tol Tiba-tiba Bertambah, Rektor Buka Suara
- 8Profil Razzi Taruna, Mantan Manajer PSIM yang Kini jadi Direktur Olahraga Persik
- 930 Tempat Kuliner Jogja Terkenal Enak, Siap Manjakan Lidahmu
- 105 Rekomendasi Kuliner Ikonik dan Legend Jogja, Lengkap dengan Alamat Gmpas









