Jogja

Berencana Piknik di Lereng Gunung Merapi? Begini Kata BPPTKG...

Yudi Permana | 28 Desember 2025, 17:19 WIB
Berencana Piknik di Lereng Gunung Merapi? Begini Kata BPPTKG...

Akurat.co, Jogja - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan, wisatawan tidak perlu khawatir untuk berwisata di lereng Gunung Merapi.

Meski dalam beberapa hari terakhir, Gunung Marapi meluncur Awan Panas Guguran (APG).

Hal tersebut diungkapkan Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso, Minggu (28/12/2025).

Menurutnya, wisatawan, yang pertama tidak perlu ketakutan terhadap informasi yang berkembang di media sosial yang mengabarkan situasi yang mengkhawatirkan di Gunung Merapi.

Baca Juga: Dishub Sleman Sebut 13 Titik Rawan Kecelakaan, Wisatawan Harap Waspada

"Karena itu untuk saat ini kita bisa sampaikan itu hoax semua," ungkapnya.

Menurutnya, wisata di lereng Gunung Marapi saat ini masih aman untuk dikunjungi.

Bagi wisatawan yang ingin berlibur di sekitar Gunung Merapi, bisa selalu update informasi yang selalu disampaikan di akun medsos Badan Geologi.

Karena di situ ada informasi terkait aktivitas Gunung Merapi yang terkini.

Himbauan serupa disampaikan BPPTKG kepada para pengelola wisata di sekitar lereng Gunung Merapi.

Baca Juga: Satpol PP Sleman Sebut 2 Lokasi ini Jadi Titik Rawan Perayaan Tahun Baru

Selain itu juga dipastikan segala sarana prasarana yang terkait dengan sarana prasarana terkait dengan kedaruratan.

"Pastikan semuanya siap digunakan dengan baik. Apapun situasinya. Karena keselamatan pengunjung adalah yang paling utama," jelasnya.

Status Gunung Merapi sejak November 2020 ada di level Siaga atau level III hingga sekarang.

Berdasarkan pemantauan BPPTKG pada Sabtu (27/12/2025), tercatat dua kali awan panas guguran ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter. 

Selain itu, teramati 10 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng, Kali Krasak dan Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.