Jogja

Wali Kota Jogja Copot Semua Baliho yang Ada Foto Dirinya, Materi Komuninkasi Berisi Pesan, bukan Figur

M. Mubin Wibawa | 24 November 2025, 07:14 WIB
Wali Kota Jogja Copot Semua Baliho yang Ada Foto Dirinya, Materi Komuninkasi Berisi Pesan, bukan Figur

Akurat.co,Jogja-Sejumlah baliho yang memasang foto Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo dicopot. Hasto bahkan memimpin langsung pencopotan tersebut pada Minggu (23/11/2025).

Hasto menegaskan bahwa materi komunikasi pemerintah harus kembali pada pesan, bukan figur.

Ia meminta semua baliho bergambar dirinya dan wakil wali kota diturunkan dan diganti dengan konten edukatif, seperti pesan penurunan stunting atau layanan publik lainnya.

Baca Juga: Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo: Pengamen di Malioboro Harus Punya Standar Tinggi

“Foto saya dibersihkan saja, yang penting pesannya. Kalau hanya menjadi sampah visual untuk apa?," ujar wali kota.

Hasto menekankan, lebih baik diganti dengan pesan yang bermanfaat untuk masyarakat.

"Diganti dengan edukasi mencegah stunting, atau layanan apa saja yang bisa diakses masyarakat,” terangnya.

Tujuh titik baliho bergambar wali kota akan diganti

Hasto menyebut saat ini masih ada tujuh titik baliho bergambar dirinya dan semuanya akan diganti.

Menurutnya, pemasangan foto pejabat hanya wajar pada konteks tertentu, seperti ucapan Idulfitri, tetapi tidak untuk memenuhi ruang kota secara berlebihan.

Baca Juga: Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Dinobatkan Kepala Daerah Terbaik se-Indonesia dalam Bidang Digitalisasi Zakat

"Bersih-bersih yang saya jalankan ini kan land clearing, untuk menciptakan kota yang rapi, sedangkan substansi pembangunan, mulai dari peningkatan pariwisata, amenitas, hingga integrasi akses mesti diisi melalui kolaborasi masyarakat, ekonomi kreatif dan investor," tuturnya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.