Muhammadiyah Yogyakarta Sumbang 2 Becak Listrik dan Resmikan Stasiun Pengisian, Dukung Wisata Ramah Lingkungan

Akurat.co,Jogja-Muhammadiyah Yogyakarta menyumbang 2 becak listrik atau betrik serta meresmikan stasiun pengisian.
Program becak listrik ini merupakan hasil kerja sama Masyarakat Pemberdayaan Muhammadiyah (MPM) dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Ketua MPM Muhammadiyah Yogyakarta, Muhammad Nurul Yasmin menjelaskan, program pemberdayaan pengemudi becak merupakan bagian dari misi Muhammadiyah dalam menguatkan ekonomi masyarakat, budaya lokal, serta pengembangan teknologi hijau.
Ia menyebut becak dipilih bukan hanya karena nilai ekonominya, tetapi juga keterkaitannya dengan teknologi, budaya, hingga penguatan kelembagaan.
“Dari becak saja, ada banyak hal saling berkaitan teknologi, ekonomi, sosial, budaya. Kita ingin mengembangkan semuanya secara terintegrasi,” ujarnya.
Baca Juga: Pakar Transportasi UGM Sebut Becak Listrik Lebih Manusiawi dan Dukung Konsep Hijau
Ia juga menjelaskan ada penerapan tarif resmi untuk Betrik agar memberikan kepastian bagi penumpang.
Rute layanan meliputi kawasan wisata seperti Keraton, Taman Sari, Alun-Alun, hingga Gudeg Wijilan, dengan home base di Hotel SM Tower. Beberapa unit Betrik juga dilengkapi fitur hiburan seperti musik tradisional.
“Inovasi becak listrik dan charging station ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai titik di Kota Yogyakarta, khususnya kawasan wisata seperti Malioboro.
Kami kesiapan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas penggunaan transportasi ramah lingkungan,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Becak Ahmad Dahlan (Pabelan), Edi Rahayu mengucapkan terima kasih kepada MPM, UAD dan Pemkot Yogyakarta dalam melakukan pendampingan, terutama dalam inovasi becak yang ramah lingkungan bagi Kota Yogyakarta.
Baca Juga: Dishub DIY Kampanyekan Becak Kayuh Bertenaga Listrik
“Kami sangat terbantu, kami dipermudah dalam pelatihan dan pendampingan untuk menggunakan becak listrik ini.
Selain itu, juga berdampak dalam ekonomi karena yang tadinya sering nganggur sekarang sering narik becak,” katanya.
Dalam kesempatan pemberian bantuan yang berlangsung Grha Suara Muhammadiyah Tower, Rabu (9/12), Pemkot Yogyakarta diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono.
Yunianto memberikan apresiasi atas hadirnya inovasi becak listrik dan charging station ini.
Ia menilai kehadiran Betrik mampu membantu pengemudi becak memperoleh sumber daya listrik dengan lebih mudah dan terjangkau.
“Ini merupakan upaya memudahkan para pengemudi becak dalam memperoleh daya listrik. Sehingga mampu memproduksi moda transportasi yang bermanfaat, ramah lingkungan, dan praktis,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









