5 Fakta Penting Hujan Badai di Bantul, 78 Pohon Tumbang, Ribuan Hektare Lahan Pertanian Terendam Banjir

Akurat.co,Jogja-Dalam dua hari terakhir, 26 dan 27 Desember 2025, wilayah Bantul diterjang hujan badai yang disebabkan cuaca ekstrem.
Cuaca ini terjadi di tengah suasana Yogyakarta yang banyak dikunjungi wisatawan selama lebaran akhir tahun atau Nataru ini.
Baca Juga: Siaga Cuaca Ekstrem di Momen Libur Nataru, BPBD Sleman Gelar Apel Siaga Bencana
Sejumlah fakta penting terungkap dari peristiwa ini. Apa saja?
1. Sebabkan 78 pohon tumbang
Hujan badai yang turun tanpa henti sejak Jumat (26/12/2025) malam sampai Sabtu (27/12/2025) pagi membuat 78 pohon tumbang.
Pohon tumbang terbanyak terjadi di Kapanewon Sanden, sebanyak 50 titik.
Pohon tumbang juga terjadi di Kapanewon Kretek sebanyak 22 titik, Imogiri 3 titik, Kasihan 1 titik, Sewon 1 titik, dan Srandakan 1 titik.
2. Picu tanah bergerak
Selain pohon tumbang, hujan juga memicu kejadian tanah gerak sebanyak delapan titik di Kabupaten Bantul.
Kejadian tanah bergerak tersebut dilaporkan mengenai talud, akses jalan, makam, dan rumah warga di Kapanewon Imogiri, Piyungan, Kretek, dan Dlingo.
3. Seluas 4.250 hektare lahan pertanian terendam banjir
Hujan juga menyebabkan lahan pertanian terendam banjir.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul melaporkan sedikitnya 4.250 hektare lahan pertanian tergenang air.
Baca Juga: Hadapi Bencana, BPBD Sleman Siapkan Program Strategis
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo mengungkapkan wilayah yang terdampak genangan tersebar di beberapa titik, termasuk Kecamatan Imogiri dan Jetis.
Kondisi terparah dilaporkan terjadi di wilayah selatan, yakni Kecamatan Kretek dan Sanden.
4. Sebabkan banjir
BPBD Bantul melaporkan, sejumlah wilayah juga dilanda banjir. Salah satunya Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden.
Dalam laporan melalui video amatir yang diunggah di akun Instagram @pemkabbantul, kawasan Laguna View Pantai Depok juga dilanda banjir pada pagi hari ini, Sabtu (27/12/2025).
5. Sejumlah wilayah dilanda hujan ekstrem
BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta menyebutkan, hujan dengan intensitas ringan hingga ekstrem terjadi di beberapa wilayah.
Baca Juga: BPBD Jogja Ingatkan Potensi Banjir dan Tanah Longsor, Kelompok Tangguh Bencana Dioptimalkan
Wilayah Bantul bagian utara tercatat memiliki curah hujan dalam kategori ringan hingga sedang (0,5-50 mm/hari).
Sementara curah hujan tertinggi dengan kategori ekstrem (di atas 150 mm/hari) selama periode tersebut tercatat di Pos Hujan BPP Sanden, Kapanewon Sanden.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









