Jogja

Tangani Lembaga Pendidikan Keagamaan, Kemenag Siap Terjunkan Tim ke Aceh dan Sumatera

Yudi Permana | 14 Desember 2025, 18:42 WIB
Tangani Lembaga Pendidikan Keagamaan, Kemenag Siap Terjunkan Tim ke Aceh dan Sumatera

Akurat.co, Jogja - Kementerian Agama (Kemenag) telah membentuk tim untuk diterjunkan ke lokasi banjir Aceh dan Sumatera.

Nantinya tim dari Kemenag akan fokus dalam penanganan ke lembaga pendidikan keagamaan yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama.

"Oh, kita sudah kumpulkan dana. Kami sudah mau turun tanggal 18 (Desember, red). Jadi, kita akan membantu sebagian," ujar Menag Nasaruddin Umar ketika ditemui di Sleman, Yogyakarta, Minggu (14/12/2025).

Nantinya tim akan diterjunkan ke lapangan, termasuk melakukan pendataan.
 

"Tim akan turun ke lapangan di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh. Terutama Aceh, karena yang paling parah," jelasnya.
 
Kemenag juga memastikan tetap ada dukungan dana, termasuk untuk pembangunan.
 
Sebelumnya, melalui Aksi Peduli Sumatera, Ditjen Bimas Islam Kemenag dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berhasil menghimpun donasi sebanyak Rp 2,8 miliar.
 
Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi atas solidaritas warga kampus, para tokoh lintas agama, mitra, serta masyarakat luas yang menunjukkan kepedulian tinggi untuk membantu warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
 
 
Ia mengungkapkan, aksi kemanusiaan ini bukan sekadar seremoni. Tetapi cerminan nyata semangat kebangsaan yang harus dirawat secara berkelanjutan.
 
Menag meluruskan pemahaman publik mengenai bencana alam yang kerap disalahartikan sebagai hukuman.
 
“Apa yang terjadi di Sumatra adalah musibah, bukan azab. Ini ujian bagi para korban untuk bersabar, dan ujian bagi kita. Apakah kita siap berbagi untuk meringankan beban mereka,” tutur Menag.
 
Menag mengingatkan bahwa solidaritas tidak harus menunggu seseorang berada dalam kondisi berlebih. Setiap individu, tetap dapat berkontribusi sesuai kemampuan.
 
Bantuan sekecil apa pun bernilai besar jika diberikan dengan ketulusan. Yang dinilai bukan jumlahnya, tetapi keikhlasan kita membantu sesama.
 
 
Ia menambahkan, dalam konteks musibah, kesediaan untuk membantu adalah ujian moral bagi masyarakat luas. “Kalau kita tidak ikut membantu, artinya kita belum lulus dari ujian ini,” ujarnya.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.