Kasus Love Scamming di Yogyakarta, Begini Modus Sindikat Perdaya Korban untuk Raup Puluhan Miliar Rupiah

Akurat.co,Jogja-Satreskrim Polresta Yogyakarta berhasil mengungkap dugaan tindak pidana scam jaringan internasional pada Senin (05/01) lalu.
Pengungkapan kasus ini berawal dari patroli siber yang menemukan iklan lowongan kerja yang tak lazim.
Pada iklan tersebut dicantumkan calon karyawan harus bisa berbahasa Inggris dan paham soal aplikasi kencan.
Baca Juga: 5 Fakta Penting Penangkapan Sindikat Love Scamming di Jogja, Raup Puluhan Miliar Per Bulan
Polisi lalu mendatangi kantor PT. Altair Trans Service yang beralamatkan di Jalan Gito Gati, Donoharjo, Ngaglik, Sleman yang diduga digunakan sebagai lokasi sindikat ini menjalankan aksi kejahatannya.
Diketahui bahwa PT. Altair Trans Service Cabang Yogyakarta merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyedia tenaga kerja sesuai permintaan klien dari luar negeri, yakni China.
Modus sindikat menjerat korban
Dalam menjalankan aksinya, sindikat menggunakan aplikasi kencan daring China.
Pengguna aplikasi adalah warga negara asing dari beberapa negara, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia.
Perusahaan merekrut sejumlah karyawan untuk dijadikan admin atau agen.
Para admin melakukan pendekatan emosional dan bujuk rayu kepada korban untuk mendorong pembelian koin atau top up yang digunakan sebagai hadiah virtual (gift).
Sebagai imbalan, korban diberikan akses bertahap terhadap foto atau video bermuatan pornografi, di mana setiap konten hanya dapat diakses setelah korban mengirimkan gift dengan nominal tertentu.
Para karyawan ditargetkan mengumpulkan sekitar 3.000 hingga 6.000 koin per hari yang kemudian dapat dikonversi menjadi uang. Nantinya koin tersebut bisa ditukar atau dikonversi menjadi uang, di mana setiap 16 koin bernilai 5 USD.
“Para pegawai tersebut berperan sebagai agen atau admin chat yang dalam operasionalnya menggunakan atau berperan sebagai wanita, menyesuaikan dengan negara asal korban untuk berinteraksi," tutur Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian saat memberikan keterangan kepada media.
Baca Juga: 3 Fakta Terbaru Kasus Penganiayaan Driver Shopee Food di Jogjakarta, Pelaku Sudah Diserahkan ke Polisi
Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Gadung Harjunadi, S.H., mengimbau masyarakat untuk mewaspadai modus love scamming yang memanfaatkan rasa simpati korban.
"Jangan pernah membagikan data pribadi, kata sandi, atau kode OTP kepada pihak yang baru dikenal secara daring. Bersikaplah kritis dan jangan mudah tergiur oleh rayuan maupun janji instan di ruang digital," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dosen dan Mahasiswa UAJY Sabet Juara 1 di Konferensi Asia Singapura
- 2UIN Sunan Kalijaga Peringkat 2 Kampus Terbaik Indonesia versi WUR 2027
- 3Jajan Oleh-Oleh Khas Bantul di Geplak Mbok Tumpuk, Peyek Tumpuknya Legend
- 4Proses Pergantian Kapolri Berlangsung Kilat, Ini Kata Pakar UMY
- 5Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen
- 6PLN DIY Dorong Mahasiswa Pahami Transisi Energi
- 7Saling Salip di Tikungan Akhir Jepang, Badly Ayatullah Persembahkan Podium IM4AC 2026
- 8Rumaket 2026, Cara Pemkot Yogya Dekatkan Wayang ke Gen Z
- 9Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen
- 10Proses Pergantian Kapolri Berlangsung Kilat, Ini Kata Pakar UMY









