Akurat.co, Jogja - Masuk pertengahan bulan Januari, sejumlah harga kebutuhan pokok di Kabupaten Sleman mulai turun.
Salah satu indikasinya, karena permintaan masyarakat juga sudah mulai turun pasca masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Tim Kerja Distribusi dan Pemasaran Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman melakukan pemantauan harga di sejumlah pasar tradisional.
Beras premium turun dari Rp 15.313/kg menjadi Rp 15.250/kg (turun 0,41%). Beras medium dari Rp 12.257/kg menjadi Rp 12.233/kg (turun 0,19%). Minyak goreng Minyakita dari Rp 17.652/L menjadi Rp 17.575/L (turun 0,44%).
Daging sapi cenderung stabil di kisaran harga Rp 139 ribuan/kg. Daging ayam broiler dari Rp 37.946/kg menjadi Rp 36.625/kg turun 3,48%). Telur ayam ras dari Rp 29.750/kg menjadi Rp 28.925/kg (turun 2,77%).
Cabai rawit merah dari Rp 49.929/kg menjadi Rp 42.475/kg (turun 14,93%). Cabai merah besar dari Rp 54.224/kg menjadi Rp 50.714/kg (turun 8,98%). Bawang merah dari Rp 45.625/kg menjadi Rp 43.825/kg (turun 3,95%).
Sedangkan kenaikan harga terjadi pada bawang putih honan. Dari Rp 32.250/kg naik 5,12% menjadi Rp 33.900/kg.
Menurut Kepala Dinas Perindag Sleman, Mae Rusmi, dari sisi produksi, komoditas cabai di lokal wilayah Kabupaten Sleman pada kondisi cuaca saat ini (hujan panas tidak menentu) menyebabkan tanaman cabai kurang bagus.
"Namun demikian, Sleman mendapat pasokan cabai dari beberapa daerah sentra cukup melimpah, sehingga harga turun," katanya, Minggu (11/01/2026).
Lebih lanjut Mae menjelaskan, kenaikan harga bawang putih sejak awal Januari 2026 disebabkan oleh pasokan bawang putih impor dari negara asal (China). Pasokan bawang putih saat ini di beberapa pedagang masih stok lama.
Adapun penurunan harga bawang merah karena di beberapa daerah sentra di Jawa mulai panen seperti di Brebes, Ponorogo, Tulungagung, Kulonprogo sehingga stok melimpah.
Berdasarkan perhitungan pasokan barang kebutuhan pokok pada akhir Desember 2025 lalu, pasokan bulan Januari ini pada kondisi aman.