Pastikan Menu Gizi Seimbang Selama Ramadhan, Disdik Sleman Bakal Awasi Ketat

Akurat.co, Jogja - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman memastikan akan melakukan pengawasan ketat terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan.
Selama bulan Ramadhan, MBG tetap akan jalan. Untuk itu, Disdik Sleman berharap kepada semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperhatikan kandungan gizi dari makanan yang akan dibagikan.
"MBG akan dibagikan berupa makanan kering setiap tiga hari sekali. Kita harapkan, MBG yang dibagikan tetap mengedepankan prinsip gizi seimbang," kata Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SD Disdik Sleman, Akhmad Ritaudin, Senin (16/02/2026).
Berdasarkan hasil evaluasi sebelumnya atau saat libur semester, Disdik Sleman menemukan sejumlah paket makanan yang dibagikan belum ideal. Terutama dari kandungan gizinya.
Baca Juga: Ramadhan di Kampus, Masjid UGM Sediakan 2.000 Porsi Sahur dan Buka Puasa Gratis
Dia mencontohkan, makanan kering yang dibagikan. Seperti telur asin dan susu untuk memenuhi kebutuhan protein anak. Untuk karbohidrat atau sumber energi bisa dari roti kering.
Komposisi tersebut dinilai penting agar kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi. Termasuk selama Ramadan dan masa libur sekolah. Sebagai bagian dari pengawasan dan kolaborasi, Disdik Sleman juga telah mendatangi ke beberapa sekolah.
Sementara itu, untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama bulan puasa akan berkurang lima menit setiap jam pelajaran. Jika semula 35 menit menjadi 30 menit tiap satu jam pelajaran.
Akhmad mencontohkan, untuk SD dengan rata-rata sehari belajar di sekolah selama 8 jam pelajaran dengan waktu istirahat 15 menit, maka masuk pukul 07.00 pulang pukul 11.15 WIB.
Baca Juga: BBPOM Yogyakarta Temukan Bahan Berbahaya Dijual Pedagang Pasar Tradisional di Sleman
Khusus untuk hari Jumat murid pulang lebih awal dikarenakan jam pelajaran lebih sedikit dibandingkan hari lain, yaitu 6 jam pelajaran, jadi pulang pukul 10.00 WIB.
Jam pelajaran tersebut sudah termasuk jam pembiasaan pagi seperti mengaji, sholat dhuha, hafalan surat pendek dan pembiasaan keagamaan lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









