Jogja

18 Wisatawan Tersengat Ubur-ubur di Pantai Gunungkidul

Haris Ma'ani | 4 Juli 2026, 13:05 WIB
18 Wisatawan Tersengat Ubur-ubur di Pantai Gunungkidul
Ilustrasi ubur-ubur. (foto: magnifi/@catalyststuff)

Akurat.co,Jogja-Sebanyak 18 wisatawan dilaporkan tersengat ubur-ubur saat berlibur di sejumlah pantai Gunungkidul sepanjang awal Juli 2026 ini.

Sepuluh korban dilaporkan tersengat di kawasan Pantai Sepanjang, Rabu (1/7/2026). Sedang delapan korban lainnya tersengat di beberapa pantai lain Gunungkidul.

Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron Surisdiyanto, di Gunungkidul, mengatakan ubur-ubur atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai impes mulai bermunculan di sejumlah pantai Gunungkidul.

Baca Juga: Semula Rp15.000, Tiket Masuk 9 Pantai di Bantul Barat Kini Hanya Rp5.000

Menurut dia, sebagian besar korban merupakan anak-anak karena tertarik dengan bentuk ubur-ubur yang unik, menyerupai balon kecil dengan tentakel berwarna biru.

"Ada yang dibuat mainan, sehingga tersengat, lebih baik dihindari," katanya dikutip Antara Jogja, Sabtu (4/7/2026).

Ia menjelaskan fenomena kemunculan ubur-ubur di kawasan pantai Gunungkidul memang kerap terjadi saat memasuki musim kemarau.

Ubur-ubur tersebut, lanjut dia, biasanya terdampar di bibir pantai akibat terbawa arus dan ombak.

"Kemarau seperti ini memang lagi musimnya, jadi kami setiap pagi patroli untuk membersihkan yang terdampar di pantai," katanya.

Surisdiyanto mengimbau wisatawan agar tetap waspada dan tidak panik apabila mengalami sengatan ubur-ubur.

Ia menjelaskan penanganan awal yang dapat dilakukan ialah membersihkan bagian tubuh yang tersengat menggunakan air bersih, kemudian segera menuju pos SAR terdekat.

"Bisa langsung dibersihkan dengan air bersih atau segera langsung ke pos SAR terdekat," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator SRI Wilayah Operasi II Pantai Baron Marjono mengatakan ubur-ubur telah muncul di sejumlah pantai.

Mulai dari Pantai Sepanjang, Kukup, hingga Sundak dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: Menikmati Deburan Ombak dan View Pesawat Terbang di Pantai Congot

"Fenomena tahunan, munculnya Juni hingga pertengahan September biasanya, atau saat musim kemarau seperti saat ini," katanya.

Menurut Marjono intensitas kemunculan ubur-ubur dipengaruhi arah ombak dan angin.

Meski demikian, wisatawan tetap aman berkunjung ke kawasan pantai selama mematuhi imbauan petugas yang berjaga.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.