Jogja

Tunggu Peresmian, Proyek Jalur Kelok 18 Bikin Akses Pariwisata Gunungkidul Makin Lancar

Tegar Wahyudi | 29 Agustus 2026, 08:05 WIB
Tunggu Peresmian, Proyek Jalur Kelok 18 Bikin Akses Pariwisata Gunungkidul Makin Lancar
Jalur Kelok 18 yang pembangunannya sudah selesai 100 persen dan tinggal menunggu peresmian. -foto: dok.pemkab gunungkidul

Akurat.co,Jogja-Proyek pembangunan jalan strategis Kretek-Girijati atau yang dikenal jalur Kelok 18 sudah mencapai 100 persen pembangunan fisik.

Project Manager Kelok 18, Anang Nurkholis mengungkapkan bahwa pembangunan membuka akses jalan baru melalui area yang sebelumnya merupakan hutan belantara.

Tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi geografis berupa tebing yang sangat curam, sehingga memerlukan tahapan teknis pelaksanaan yang kompleks.

Baca Juga: Rampung 100 Persen, Kelok 23 Hubungkan Bantul-Gunungkidul siap Beroperasi 2027

“Jalan Kretek-Girijati ini berfungsi sebagai penyambung krusial antara Jalan Parangtritis (dan Jembatan Kretek II) dengan ruas Girijati-Tlogowarak serta Legundi-Planjan yang merupakan bagian dari Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS)," ujar Anang dikutip dari laman resmi Pemkab Gunungkidul, Sabtu (29/8).

Koordinator Lapangan proyek, Sukiswandi, saat ini pengerjaan fisik telah selesai sepenuhnya.

Namun, operasional jalan masih menunggu instruksi resmi terkait peresmian dari pusat.

"Secara pekerjaan fisik kan sudah 100 persen, tapi akan difungsikan insyaallah nanti bulan September atau Oktober tahun ini,” ujar Sukiswandi saat memberikan keterangan terkait status proyek tersebut.

Terkait rencana seremoni pembukaan jalan, pihak lapangan masih menunggu koordinasi lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih yang meninjau proyek, Jumat (28/8/2026) berharap jalur baru ini dapat memecah kemacetan menuju arah destinasi wisata di Kabupaten Gunungkidul.

Juga memberikan akses yang lebih mudah, cepat, dan aman bagi wisatawan yang menuju pantai selatan.

“Dan diharapkan kedepan dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pariwisata yang lebih terintegrasi antara Bantul dan Gunungkidul," kata Endah.

Pemerintah daerah juga telah merancang titik-titik strategis di sepanjang jalur, termasuk pembangunan gardu pandang dan rest area di wilayah perbatasan dua kabupaten.

Baca Juga: Proses Pembangunan JJLS Kelok 23 di Bantul Capai 89%, Kapan Bisa Dipakai untuk Masyarakat Umum?

"Lokasi ini nantinya akan difungsikan sebagai gerai bagi pelaku UMKM lokal," terang Endah.

Berdasarkan data kontrak, proyek ini membentang sepanjang 5,64 kilometer dengan lebar jalan aspal 7 meter.

Total biaya pembangunan mencapai Rp254,57 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor kerja sama operasi (KSO) Waskita dan PP.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.