Kisah Rahmad Raafi Saputra, Anak Buruh Bangunan asal Sleman yang Diterima UGM Gratis karena Prestasi

Akurat.co, Jogja-Kekurangan dan masalah ekonomi sekali lagi bukan kendala untuk bersekolah tinggi. Kisah ini dialami Rahmad Raafi Saputra.
Ayahnya, Sukiman yang asal Sleman, adalah buruh bangunan dengan penghasilan Rp80 ribu per hari. Ibunya, Asniar, ibu rumah tangga biasa.
Dengan penghasilan segitu dan tak menentu, berat bagi Sukiman membiayai anaknya Raafi kuliah. Apalagi di kampus ternama seperti UGM.
Tapi, melalui prestasi, Raafi lolos tanpa tes masuk kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM)
Ia masih ingat di sore tanggal 18 maret lalu saat pengumuman kelulusan SNBP.
Baca Juga: Unik, Mahasiswa Peternakan UGM Dapat Jatah Telur Ayam saat Masa Ujian
Dari dalam kamar, ia sedikit berlari menuju teras rumah menunjukkan layar gawai ke kedua orang tuanya, Sukiman dan Asniar, yang tengah asyik bercengkerama.
“Bapak ibu terlihat senang, apalagi setelah tahu saya akan kuliah di UGM dengan UKT 0 rupiah,” kenang Raafi dikutip dari web resmi UGM, ugm.ac.id.
Berkat prestasi yang dimiliki
Raafi tercatat melewati pendidikan di SD Muhammadiyah Domban, SMP Negeri 2 Sleman, dan SMA Negeri 1 Sleman yang kesemuanya berjarak tak jauh dari rumahnya di jalan Temulawak, Triharjo Sleman.
Dengan bersekolah di dekat rumah, Raafi mengaku merasa diuntungkan karena tidak banyak biaya yang harus dikeluarkan. Ia pun lebih bisa berkonsentrasi dalam belajar.
Beruntung, selama menempuh pendidikan dari dasar hingga menengah atas, ia selalu mendapat nilai yang baik dan langganan mendapatkan beasiswa PIP dari pemerintah.
Baca Juga: 3 SMA di Jogja yang Lulusannya jadi Langganan UGM, Pindah Gedung Doang
Raafi mengaku sempat dihinggapi bayang-bayang kekhawatiran soal masa depannya. Dengan kondisi ekonomi keluarganya, ia sempat ragu bisa melanjutkan kuliah jika tanpa beasiswa.
Untuk mengikis bayang-bayang itu, iapun sejak duduk di kelas X SMA Negeri 1 Sleman bertekad untuk bisa selalu berprestasi.
Tak heran di setiap kesempatan, ia selalu mengikuti berbagai kompetisi, dan buktinya sederet prestasi berhasil ia raih baik akademis maupun non akademis.
Ia pernah juara 3 Lomba Sesorah atau pidato bahasa Jawa di ajang Festival Keistimewaan Yogyakarta, Duta Pekan Keselamatan Jalan (PKJ) di tingkat Provinsi DIY, juara 1 Paduan Suara PMR Tingkat Wira PMI Kabupaten Sleman dan juara 1 Pidato dalam MTQ kabupaten Sleman.
Tidak hanya itu, Raafi juga aktif ikut organisasi ekstrakurikuler dengan menjadi pengurus OSIS Pradiptatama SMA Negeri 1 Sleman, Peleton Inti dan Paduan Suara Gita Pradiptatama.
Terakhir, ia sempat membuat proyek karya tulis ilmiah untuk mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024 Cabang Fisika Terapan dan Rekayasa yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Pada kompetisi ini, ia menulis tema Membidik Paradigma Lingkungan Indonesia: Inovasi CARBONIX (Carbon Oxygen Nexus Integration Extractor) sebagai Konverter Karbon Dioksida (CO2) menjadi Oksigen (02) dalam Upaya Mereduksi Efek Gas Rumah Kaca.
Raafi mensyukuri atas semua perjalanan yang telah ia lalui selama di bangku sekolah. Cukup banyak alasan, kenapa ia kemudian memilih Fakultas Kehutanan UGM.
Selain bercita-cita menjadi rimbawan, ia berharap bisa membuat perencanaan dan bisa bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup atau perusahaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dispar Bantul Gelar Pameran Layang-Layang 'Akasa Cangkring' di Pantai Cangkring
- 2Lewat Program Masdaku, Diskop UKM Sleman Dorong 111 Ribu UMKM Go Digital
- 3Satu Tahun Wajah Baru Pasar Godean: Ada Pembagian 4.000 Porsi Makanan Gratis!
- 4Pilihan Warna Baru New Honda Stylo 160: Tampil Lebih Retro dan Premium!
- 5KPU dan Bawaslu Sleman Sinkronisasi Data Pemilih Triwulan III 2026
- 6UAJY Gelar International Cross Cultural Day 2026 di Yogyakarta, Pertemukan Budaya Berbagai Negara
- 7Kalah dalam 3 Laga Awal, Fans PSS Berharap Finis 10 Besar
- 8Sinergi DOKU dan Antom: Himelda Renuat Pimpin Ekspansi FinTech Indonesia
- 9Bukan Lewat Skripsi, Ini Rahasia Mahasiswa UPN Jogja Lulus 3 Tahun 10 Bulan
- 10Kalah dalam 3 Laga Awal, Fans PSS Berharap Finis 10 Besar









