Jogja

Kisah Rahmad Raafi Saputra, Anak Buruh Bangunan asal Sleman yang Diterima UGM Gratis karena Prestasi

Yudi Permana | 14 Juni 2025, 17:00 WIB
Kisah Rahmad Raafi Saputra, Anak Buruh Bangunan asal Sleman yang Diterima UGM Gratis karena Prestasi

Akurat.co, Jogja-Kekurangan dan masalah ekonomi sekali lagi bukan kendala untuk bersekolah tinggi. Kisah ini dialami Rahmad Raafi Saputra.

Ayahnya, Sukiman yang asal Sleman, adalah buruh bangunan dengan penghasilan Rp80 ribu per hari. Ibunya, Asniar, ibu rumah tangga biasa.

Dengan penghasilan segitu dan tak menentu, berat bagi Sukiman membiayai anaknya Raafi kuliah. Apalagi di kampus ternama seperti UGM.

Tapi, melalui prestasi, Raafi lolos tanpa tes masuk kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM)

Ia masih ingat di sore tanggal 18 maret lalu saat pengumuman kelulusan SNBP.

Baca Juga: Unik, Mahasiswa Peternakan UGM Dapat Jatah Telur Ayam saat Masa Ujian

Dari dalam kamar, ia sedikit berlari menuju teras rumah menunjukkan layar gawai ke kedua orang tuanya, Sukiman dan Asniar, yang tengah asyik bercengkerama.

“Bapak ibu terlihat senang, apalagi setelah tahu saya akan kuliah di UGM dengan UKT 0 rupiah,” kenang Raafi dikutip dari web resmi UGM, ugm.ac.id.

Berkat prestasi yang dimiliki

Raafi tercatat melewati pendidikan di SD Muhammadiyah Domban, SMP Negeri 2 Sleman, dan SMA Negeri 1 Sleman yang kesemuanya berjarak tak jauh dari rumahnya di jalan Temulawak, Triharjo Sleman.

Dengan bersekolah di dekat rumah, Raafi mengaku merasa diuntungkan karena tidak banyak biaya yang harus dikeluarkan. Ia pun lebih bisa berkonsentrasi dalam belajar.

Beruntung, selama menempuh pendidikan dari dasar hingga menengah atas, ia selalu mendapat nilai yang baik dan langganan mendapatkan beasiswa PIP dari pemerintah.

Baca Juga: 3 SMA di Jogja yang Lulusannya jadi Langganan UGM, Pindah Gedung Doang

Raafi mengaku sempat dihinggapi bayang-bayang kekhawatiran soal masa depannya. Dengan kondisi ekonomi keluarganya, ia sempat ragu bisa melanjutkan kuliah jika tanpa beasiswa.

Untuk mengikis bayang-bayang itu, iapun sejak duduk di kelas X SMA Negeri 1 Sleman bertekad untuk bisa selalu berprestasi.

Tak heran di setiap kesempatan, ia selalu mengikuti berbagai kompetisi, dan buktinya sederet prestasi berhasil ia raih baik akademis maupun non akademis.

Ia pernah juara 3 Lomba Sesorah atau pidato bahasa Jawa di ajang Festival Keistimewaan Yogyakarta, Duta Pekan Keselamatan Jalan (PKJ) di tingkat Provinsi DIY, juara 1 Paduan Suara PMR Tingkat Wira PMI Kabupaten Sleman dan juara 1 Pidato dalam MTQ kabupaten Sleman.

Tidak hanya itu, Raafi juga aktif ikut organisasi ekstrakurikuler dengan menjadi pengurus OSIS Pradiptatama SMA Negeri 1 Sleman, Peleton Inti dan Paduan Suara Gita Pradiptatama.

Terakhir, ia sempat membuat proyek karya tulis ilmiah untuk mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024 Cabang Fisika Terapan dan Rekayasa yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Baca Juga: 9 Daftar SMA Terbaik di Kota Jogja 2025, Ada yang 99,6 Persen Lulusannya Diterima di Kampus Negeri Bergengsi

Pada kompetisi ini, ia menulis tema Membidik Paradigma Lingkungan Indonesia: Inovasi CARBONIX (Carbon Oxygen Nexus Integration Extractor) sebagai Konverter Karbon Dioksida (CO2) menjadi Oksigen (02) dalam Upaya Mereduksi Efek Gas Rumah Kaca.

Raafi mensyukuri atas semua perjalanan yang telah ia lalui selama di bangku sekolah. Cukup banyak alasan, kenapa ia kemudian memilih Fakultas Kehutanan UGM.

Selain bercita-cita menjadi rimbawan, ia berharap bisa membuat perencanaan dan bisa bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup atau perusahaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.