6 Pernyataan Sikap UII Atas Situasi Terkini Konflik Gaza, Dukungan Penuh untuk Keadilan Warga Palestina

Akurat.co,Jogja-Universitas Islam Indonesia (UII) mengeluarkan pernyataan sikap atas situasi terkini konflik wilayah Gaza.
Pernyataan ini sebagai bentuk dukungan nyata UII terhadap perjuangan warga Palestina dalam memperjuangkan keadilan.
Surat pernyataan yang didukung Rektor UII, Fathul Wahid atas nama keluarga besar UII Yogyakarta tersebut salah satunya berisi penegasan tentang kemerdekaan Palestina.
Berikut adalah isi pernyataan lengkapnya:
1.Kami menegaskan kembali bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Situasi di Gaza merupakan bentuk nyata pengingkaran terhadap hak menentukan nasib sendiri sebagaimana dijamin oleh hukum internasional.
2.Kami mengecam keras segala bentuk serangan terhadap warga sipil, fasilitas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar, serta kebijakan pembatasan bantuan kemanusiaan yang berimplikasi langsung pada kelaparan dan kematian massal, serta menuntut agar akses kemanusiaan diberikan secara aman, cepat, dan tanpa hambatan.
3.Kami mendesak agar perintah-perintah Mahkamah Internasional dipatuhi sepenuhnya untuk melindungi penduduk Gaza, termasuk penghentian operasi yang membahayakan mereka dan penerapan langkah efektif pencegahan kejahatan internasional.
4.Kami mendukung penuh realisasi hak rakyat Palestina atas negara merdeka sesuai resolusi PBB yang relevan, sebagai prasyarat mutlak bagi tercapainya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
5.Dalam semangat peringatan 17 Agustus dan berpegang pada amanat pembukaan UUD 1945 untuk menentang segala bentuk penjajahan, kami menyerukan kepada kita semua untuk berdiri bersama bangsa-bangsa yang kemerdekaannya masih dirampas, termasuk Palestina, melalui diplomasi, bantuan kemanusiaan, dan edukasi publik.
6.Kami mengajak pemerintah, lembaga, dan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan dukungan nyata melalui penggalangan bantuan kemanusiaan terkoordinasi, advokasi kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional, serta perlindungan khusus bagi kelompok rentan, khususnya anak-anak dan perempuan, di Gaza.
Baca Juga: Mengenal Arti Kereta Kencana Garuda Prabayaksa yang Dibuat di Sleman, Yogyakarta
Dalam surat pernyataan tersebut juga disebutkan sejumlah dampak kemanusiaan akibat agresi tersebut.
Di antaranyya, sejak 7 Oktober 2023 hingga pertengahan Agustus 2025, lebih dari 61.700 warga Palestina kehilangan nyawa dan lebih dari 154.000 mengalami luka-luka, termasuk lebih dari 1.800 orang yang tewas ketika mencoba mengakses bantuan pangan.
Sebanyak 90 persen dari 2,1 juta penduduk Gaza terpaksa mengungsi berulang kali, dengan kelaparan yang semakin meningkat dan merenggut banyak korban jiwa.
Lebih dari 50.000 anak tewas atau terluka, 95 persen fasilitas pendidikan rusak berat atau hancur total, menyebabkan ratusan ribu anak kehilangan hak atas pendidikan.
Sebanyak 304 jurnalis terbunuh hingga 14 Agustus 2025, menjadikan tragedi ini juga sebagai pukulan terhadap kebebasan pers.
Krisis air bersih yang akut akibat kerusakan instalasi dan keterbatasan bahan bakar memaksa keluarga mengonsumsi air tercemar, meningkatkan kasus penyakit menular terutama diare pada anak-anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dosen dan Mahasiswa UAJY Sabet Juara 1 di Konferensi Asia Singapura
- 2UIN Sunan Kalijaga Peringkat 2 Kampus Terbaik Indonesia versi WUR 2027
- 3Jajan Oleh-Oleh Khas Bantul di Geplak Mbok Tumpuk, Peyek Tumpuknya Legend
- 4Proses Pergantian Kapolri Berlangsung Kilat, Ini Kata Pakar UMY
- 5Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen
- 6PLN DIY Dorong Mahasiswa Pahami Transisi Energi
- 7Saling Salip di Tikungan Akhir Jepang, Badly Ayatullah Persembahkan Podium IM4AC 2026
- 8Rumaket 2026, Cara Pemkot Yogya Dekatkan Wayang ke Gen Z
- 9Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen
- 10Proses Pergantian Kapolri Berlangsung Kilat, Ini Kata Pakar UMY







