Kenalan dengan Halimatul Ulfah, Wisudawan Terbaik dan Tercepat 2025 UIN Sunan Kalijaga

Akurat.co,Jogja-Halimatul Ulfa menjadi wisudawan terbaik dan tercepat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada wisuda 2025 ini.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga ini menyelesaikan gelar sarjananya selama 3 tahun, 9 bulan, 4 hari dengan IPK 3,96.
“Gelar ini bukan sekadar penghargaan, tapi pengingat bahwa setiap proses yang dijalani dengan disiplin, fokus, dan niat tulus akan membuahkan hasil,” ujar sosok 22 tahun ini.
Tentu ada tips khusus bisa menjadi lulusan terbaik sekaligus tercepat.
Baca Juga: Tixless, Aplikasi Tiketing tanpa Antrean tanpa Tiket Fisik yang Dikembangkan Mahasiswa UGM
Figur kelahiran Tanah Laut, Banjarmasin ini, mengembangkan strategi belajar yang konsisten.
Ia terbiasa membuat ringkasan materi agar lebih mudah dicerna, aktif berdiskusi di komunitas pemerhati konstitusi, dan mendalami hukum perdata serta pidana melalui dialog mendalam dengan rekan-rekannya di komunitas peradilan semu.
Halimatul Ulfah mengatakan, target utamanya sejak awal bukanlah predikat, melainkan lulus tepat waktu dengan hasil maksimal, sambil tetap menjaga keseimbangan antara kuliah, kegiatan organisasi, dan kehidupan pribadi.
“Predikat terbaik tercepat ini justru datang sebagai bonus dari konsistensi saya belajar sungguh-sungguh untuk membanggakan kedua orang tua dan orang-orang yang sudah mendukung saya,” ungkapnya.
Ditinggal pergi selamanya oleh sang ayah
Dikutip dari laman resmi UIN Sunan Kalijaga, perjalanan Halimatul Ulfah tidak selalu mulus.
Kehilangan ayah dan diikuti dengan kondisi ibu yang jatuh sakit pernah menjadi titik terendah dalam hidupnya.
Ia belajar mandiri, membagi waktu antara kuliah dan bekerja, serta mengatur keuangan dengan bijak. “Tapi semua ujian itu membentuk saya menjadi pribadi yang lebih tangguh,” katanya.
Kesungguhan Halimatul Ulfah tidak hanya berbuah prestasi di tingkat nasional. Ia berhasil meraih Juara 1 Lomba Debat International Sharia Festival 4.0 yang diselenggarakan Universitas Darussalam Gontor pada 2024, membuktikan bahwa ketekunan mampu menembus batas ruang dan waktu.
Baca Juga: Dosen UMY Kembangkan Mesin Perajang Singkong Basis Stepper, Cocok bagi Pelaku Usaha Kecil
Orang tua menjadi inspirasi terbesar baginya. Menurutnya, meskipun tidak selalu hadir secara langsung, mereka menanamkan nilai perjuangan, kesabaran, dan kebaikan.
Dukungan dari sosok yang dianggap sebagai orang tua kedua pun menjadi penyemangat utama untuk terus melangkah.
“Semua yang saya capai hari ini adalah buah dari doa, kasih, dan kepercayaan mereka,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Inovasi Smart Claypot UPNVY, Simpan Cabai 15 Hari Tanpa Listrik
- 2Pembukaan FKY 2026, Hadirkan Kolaborasi Apik Sultan dan Kunto Aji
- 3JJLS Kelok 23 Mulai Diuji Coba, DPRD DIY Soroti Hal Ini
- 4544 Atlet ASN Siap Berlaga dalam PORPRIDA DIY 2026
- 5Pelantikan Pengurus Peradi 3 Kabupaten/Kota, Dorong Sinergi Penegakan Hukum Berkeadilan
- 6Keren, Jam Belajar Masyarakat Kota Jogja Dimulai dari Tingkat RW
- 7Warga Sengir Sleman Terima Serat Kekancingan dari Keraton
- 8Pantai Gumuk Pasir jadi Saksi Pembaretan Pasukan Perdamaian PBB di Afrika Tengah
- 9Kelok 23 Baru Difungsikan untuk Kendaraan Roda 2 dan 4 Saja, Kapan Kendaraan Berat?
- 10Inovasi Smart Claypot UPNVY, Simpan Cabai 15 Hari Tanpa Listrik









