Jogja

Tempati Kelas Darurat, Mahasiswa KKN UNY Bantu Pemulihan Pendidikan di Aceh Tamiang

Haris Ma'ani | 28 Februari 2026, 08:29 WIB
Tempati Kelas Darurat, Mahasiswa KKN UNY Bantu Pemulihan Pendidikan di Aceh Tamiang
Mahasiswa KKN UNY memberikan materi pelajaran di kelas darurat di Aceh Tamiang. (foto: dok.UNY)

Akurat.co,Jogja-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ikut membantu pemulihan pendidikan di Aceh Tamiang pascabencana banjir dan longsor.

Berkolaborasi dengan Universitas Samudra (Unsam) para mahasiswa hadir sebagai pendamping belajar dan penyemangat bagi anak-anak yang tengah bangkit dari trauma bencana.

Baca Juga: UNY Buka Program International Undergraduate, Ini Syarat dan Waktu Pendaftarannya

Tim KKN Unsam dan UNY menginisiasi pembelajaran tambahan di kantor kepala desa. Ruang sederhana itu disulap menjadi kelas darurat yang hangat dan penuh interaksi.

“Kami ingin memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak belajar mereka.

Sekolah darurat bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk memulihkan semangat dan kepercayaan diri setelah bencana,” ujar Ketua Tim KKN Kolaborasi Unsam dan UNY, Rizky.

Para mahasiswa KKN memberikan pelajaran sesuai bidang yang dikuasai.

Seperti Andin, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY, membantu anak-anak memahami pelajaran berhitung melalui permainan edukatif sederhana.

Sementara itu, Syaif dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) menghadirkan aktivitas gerak dan permainan ringan untuk mengembalikan keceriaan serta membantu pemulihan psikososial siswa.

Baca Juga: 800 Bencana Menimpa Sleman sejak Awal 2026, Kerugian Miliaran Rupiah

Ikhlas, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), mendampingi siswa dalam pembelajaran sains dasar dengan pendekatan kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Di sisi lain, Albar dari Fakultas Teknik (FT) membantu memastikan fasilitas belajar darurat lebih tertata dan aman digunakan.

Di tengah kondisi memprihatinkan

Peserta KKN kolaborasi juga mendapati sejumlah daerah masih dalam kondisi memprihatinkan.

Seperti yang terjadi di Desa Babo, Kecamatan Bandar Pustaka.

Banjir dengan ketinggian signifikan menyebabkan kerusakan parah.

Beberapa rumah warga terseret arus dan rata dengan tanah, sementara fasilitas umum mengalami kerusakan berat.

Kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan di tenda-tenda darurat yang didirikan sebagai ruang kelas sementara.

Di bawah keterbatasan sarana dan prasarana, guru dan relawan tetap berupaya menghadirkan suasana belajar yang aman dan kondusif.

Seorang guru di Desa Babo menuturkan bahwa keterbatasan tidak menyurutkan semangat belajar siswa.

Baca Juga: Pendidikan Khas Kejogjaan akan Diterapkan Diseluruh Sekolah dan Kampus DIY

“Kami mengajar dengan apa yang ada. Yang terpenting anak-anak tetap merasa aman dan tidak kehilangan kesempatan untuk belajar,” ujarnya dikutip dari laman resmi UNY, Sabtu (28/2/2026).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.