Jogja

Rektor UGM Pastikan Pelaksanaan PIONIR Nyaman dan Bermakna bagi Maba

Haris Ma'ani | 5 Agustus 2026, 06:12 WIB
Rektor UGM Pastikan Pelaksanaan PIONIR Nyaman dan Bermakna bagi Maba
Rektor UGM, Ova Emilia memastikan pelaksanaan PIONIR berjalan sesuatu tujuan yang dirancang,. (foto: dok.UGM)

Akurat.co,Jogja-Rektor UGM, Ova Emilia memastikan pelaksanaan kegiatan PIONIR atau rangkaian orientasi mahasiswa baru berjalan sesuai tujuan.

Hal tersebut disampaikan Ova saat meninjau pelaksanan hari kedua PIONIR pada Selasa (4/8).

Ova Emilia mengatakan kegiatan monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan PIONIR di tingkat universitas sebelum mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan di masing-masing fakultas dan jurusan.

Baca Juga: 11.099 Mahasiswa Baru UGM Ikuti PIONIR 2026

Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya UGM memastikan seluruh mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang nyaman dan bermakna sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi.

"Kami melihat bagaimana pelaksanaan di lapangan, apakah ada kendala terkait ruang, materi, fasilitator, maupun fasilitas lain yang diperlukan mahasiswa selama mengikuti PIONIR,” ujarnya.

Ova menjelaskan selama tiga hari pertama mahasiswa mengikuti orientasi tingkat universitas, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh fakultas dan sekolah.

Selain itu, mahasiswa juga akan diterjunkan ke lingkungan sekitar kampus melalui Action Plan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang memberi pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Ada orientasi yang terkait dengan Action Plan. Mereka diterjunkan ke masyarakat di sekitar kampus untuk mengalami proses pembelajaran secara langsung," ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sujito menuturkan PIONIR dirancang untuk membantu mahasiswa mengenali lingkungan kampus beserta berbagai layanan yang tersedia selama menjalani studi.

Berbagai materi juga diberikan untuk memperkenalkan budaya akademik, relasi sehat, pencegahan kekerasan, hingga layanan pendukung yang dimiliki UGM.

“Spirit PIONIR adalah non-violent. Kami mengenalkan berbagai layanan yang dimiliki UGM, termasuk Unit Antikekerasan, sehingga mahasiswa mengetahui lingkungan belajar yang aman dan nyaman sejak awal,” tuturnya.

Baca Juga: Kisah I Made Sarmita, Raih Gelar Doktor UGM dengan IPK Sempurna 4,00

Di hari kedua, mahasiswa baru mendapat berbagai materi soal ke-UGM-an, pengenalan organisasi kemahasiswaan, literasi keuangan, fasilitas kampus, serta penguatan konsep Safety, Health, Environment (SHE) dan Green Campus.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.