Mahasiswa KKN UMY Ungkap Kondisi Warga NTT Pascagempa, Banyak yang Luka Berat Belum Tertangani

Akurat.co,Jogja-Mahasiswa KKN UMY yang tergabung dalam Tim Proyek Ekspedisi Nusantara (Pena) 11 mengungkap kondisi masyaralat Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa.
Anggota Tim Pena 11 KKN UMY di Desa Nanga Mbaling, Fifin Anggela Prista, melaporkan bahwa gempa melumpuhkan aktivitas masyarakat.
Banyak fasilitas publik rusak di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, termasuk Kelurahan Pota dan Desa Nanga Mbaling.
Baca Juga: Kritisi Sekolah Rakyat, Dosen UMY Pertanyakan Pembangunan Gedung Baru
Selain itu, banyak warga mengalami luka ringan hingga berat yang belum tertangani secara maksimal.
"Pasar, pusat perbelanjaan, dan layanan medis di kecamatan ini sudah lumpuh. Banyak masyarakat yang terdampak mengalami luka ringan, sedang, bahkan luka berat yang belum tertangani karena keterbatasan obat-obatan dan alat medis yang kami bawa,” ungkap Fifin dikutip dari laman resmi UMY, Selasa (18/8).
sulitan mendapatkan bahan pangan dan air bersih. Warga di kawasan pesisir Kelurahan Pota dan sekitarnya kini mengungsi dan mendirikan tenda secara mandiri di sekitar posko KKN UMY.
Distribusi bantuan juga terhambat oleh aksesibilitas jalan.
Akses antar-kabupaten mengalami kerusakan di sejumlah titik yang menyulitkan mobilisasi bantuan.
“Di Kelurahan Pota, masyarakat yang berada di wilayah pesisir dan sekitarnya terdampak cukup luas. Mereka sudah mengungsi dan membuat tenda secara mandiri. Kebutuhan yang saat ini sangat diperlukan adalah logistik, alat medis, dan air minum,” jelas Fifin.
Tim KKN jadi tim relawan kebencanaan
Merespons kondisi darurat di lapangan, Tim Pena 11 UMY menyesuaikan seluruh program kerja KKN yang telah direncanakan sebelumnya.
Mahasiswa mengalihkan fokus kegiatan menjadi aksi kerelawanan kebencanaan di bawah koordinasi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan pemerintah setempat.
Baca Juga: Tukin TNI Naik 90 Persen, Guru Besar UMY Ingatkan Kemampuan Fiskal Negara
“Kami akan mengalihkan program kerja menjadi relawan kebencanaan sesuai dengan koordinasi bersama DPL. Untuk saat ini, kami akan berusaha membantu sesuai dengan kemampuan yang ada dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” tutur Fifin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tiket Offline PSIM vs Persija Dijual Hanya untuk Kelompok Suporter, Kapan Suporter Umum?
- 2Sleman Darurat 'Obat Resep', Konsumsi Alprazolam Tembus 6,2 Juta Tablet, Apotek Mulai Meresahkan Warga
- 3Gandeng Mitra Asia hingga Eropa, FSMR ISI Yogyakarta Gelar Pameran Seni JMMK #18
- 4Genap Berusia 270 Tahun, Ini Catatan Merah yang Bikin Pemkot Jogja Harus Kerja Keras
- 5Daftar 5 Lurah PAW Kabupaten Sleman yang Resmi Dilantik Hari Ini
- 6Gelaran Wayang Jogja Night Carnival Targetkan 60 Ribu Pengunjung
- 7LSP UGM Tambah 28 Skema Sertifikasi Baru, Siapkan Lulusan Kerja
- 8Masuk Era Bonus Demografi, Sleman Siapkan 5 Strategi Cetak Pemuda Berkualitas
- 9Drawing Piala Liga Untungkan PSIM, Lawan Relatif Mudah
- 10Tiket Online PSIM vs Persija Dijual Hari Ini, Simak Baik-baik Jam Penjualannya






