Keren, Mahasiswa UMY Ubah Limbah Popok jadi Pupuk

Akurat.co,Jogja-Inovasi keren dilakukan empat mahasiwa UMY. Mereka berhasil mengubah limbah popok menjadi pupuk.
Keempat mahasiswa tersebut tergabung dalam tim ReBumi diketuai Mohamed Baillor Jalloh, mahasiswa Program Studi IPIEF UMY.
Tiga anggota lainnya adalah Muhammad Nabil Adha dan Raffi Ahmad Taupik dari Program Studi Agribisnis, serta Ilman Muhtar dari Program Studi Agroteknologi.
Baca Juga: Mahasiswa KKN UMY Ungkap Kondisi Warga NTT Pascagempa, Banyak yang Luka Berat Belum Tertangani
Popok yang jadi masalah mendatangkan berkah
Limbah popok sekali pakai menjadi persoalan karena sebagian besar materialnya sulit terurai secara alami.
Pengelolaan yang tidak tepat juga dapat meningkatkan risiko pencemaran lingkungan.
Persoalan tersebut bukan hanya menjadi perhatian akademisi.
Sejumlah daerah dan kelompok masyarakat di Indonesia juga mulai mengembangkan berbagai pendekatan untuk mengurangi dampak limbah popok.
Pemerintah Kota Surabaya, misalnya, menjalankan program yang secara khusus menyasar pengurangan limbah popok dan pembalut sekali pakai.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan limbah popok membutuhkan pendekatan yang tidak berhenti pada pembuangan.
Pemanfaatan kembali material menjadi salah satu peluang untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Semangat tersebut juga menjadi dasar pengembangan ReBumi.
Tim tidak hanya melihat popok bekas sebagai sampah, tetapi mencoba mengembangkan metode agar limbah tersebut dapat memiliki nilai guna bagi sektor pertanian.
Karena inovasinya itu, mereka mendapatkan pendanaan internasional melalui The Mercedes-Benz Fellowship.
Proyek ReBumi memperoleh pendanaan sebesar 3.000 euro. Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan metode sistematis dalam mengolah limbah popok sekali pakai menjadi pupuk organik.
Inovasi ini diarahkan sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi persoalan limbah popok di Indonesia.
Bisa diolah jadi barang nilai jual lain
Tim ReBumi tidak berjalan sendirian. Mereka berada di bawah bimbingan Cahyo Wisnu Rubiyanto, dosen Program Studi Agribisnis UMY, sebagai project supervisor.
Cahyo juga yang sebelumnya memimpin kegiatan pengabdian masyarakat di Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping.
Dalam kegiatan ini, ia mengajak masyarakat mengubah popok menjadi pot.
“Melalui kegiatan sederhana seperti ini, kami ingin memperkenalkan bahwa limbah rumah tangga masih dapat memiliki nilai guna ketika dikelola secara kreatif,” ujar Cahyo dikutip dari laman UMY, Sabtu (22/8).
Baca Juga: Kritisi Sekolah Rakyat, Dosen UMY Pertanyakan Pembangunan Gedung Baru
Menurut Cahyo, kegiatan tersebut juga memiliki dimensi sosial.
Masyarakat dapat belajar mengenai pengelolaan limbah melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Kapolda Baru DIY Bakal Terbitkan Aturan Unjuk Rasa
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









