Jogja

Kisah Ramzy Izza Wardhana Lulusan Terbaik UGM yang Kuliah di Jogja dan Inggris

Haris Ma'ani | 26 Agustus 2026, 08:03 WIB
Kisah Ramzy Izza Wardhana Lulusan Terbaik UGM yang Kuliah di Jogja dan Inggris
Ramzy Izza Wardhana, lulusan terbaik UGM pada wisuda Jumat (21/8) kemarin,-foto: dok.UGM

Akurat.co,Jogja- Ramzy Izza Wardhana tak menyangka. Ia dinobatkan sebagai lulusan terbaik UGM pada wisuda yang dilangsungkan Jumat (21/8) kemarin.

Ia sama sekali tak menyangka bisa meraih prestasi tersebut. Apalagi selama ini ia harus membagi waktu kuliah di Jogja dan Inggris.

Wisudawan program studi S1 Ilmu Komputer FMIPA UGM ini dinobatkan menjadi lulusan terbaik pada penghelatan wisuda program Sarjana dan Sarjana Terapan UGM.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UGM Kembangkan Tempat Sampah Tenaga Surya di Kepulauan Seribu

Ramzy berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi yakni 3,99. Sementara IPK rata-rata 3.193 wisudawan program sarjana adalah 3,57.

Rasa terkejut dan syukur sekaligus mewarnai suasana hatinya saat mengetahui pencapaian ini.

"Saya merasa campur aduk. Ada rasa kaget, sekaligus bersyukur karena ternyata pencapaian itu benar-benar saya raih," ungkapnya dikutip dari laman resmi UGM, Rabu (26/8).

Membagi waktu kuliah di Jogja dan Inggris

Ramzy merupakan mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA UGM yang juga melakukan international exposure di program studi Artificial Intelligence and Computer Science, University of Birmingham, Inggris.

Karena program tersebut, Ramzy menghabiskan lima tahun dalam perjalanan pendidikan sarjananya.

Tambahan satu tahun tersebut menjadi bagian dari program extension yang memungkinkannya menjalani pengalaman akademik di luar negeri.

Selama periode itu, ia membagi masa studinya antara UGM dan Inggris.

"Saya sebenarnya tiga tahun di Inggris, dua tahun kuliah dan satu tahun kerja. Satu tahun kerja itu namanya industrial placement, yang bisa dijalankan bersamaan dengan program MBKM di sini dan dikonversikan menjadi SKS,” jelasnya.

Selama kuliah, Ramzi tidak hanya berfokus pada perkuliahan.

Ia aktif di sejumlah organisasi, antara lain Omah TI, KOMATIK, HIMAKOM, dan Google Developer Program on Campus UGM.

Pengalaman organisasi memberinya kesempatan bertemu praktisi industri dari berbagai perusahaan dan memperluas wawasan mengenai dunia profesional.

Ramzy membagi fokus kuliahnya berdasarkan tahapan. Pada tahun-tahun awal, ia lebih banyak membangun soft skill, pengalaman organisasi, volunteering, dan networking.

Pada tahun ketiga dan keempat ia mulai meningkatkan kompetensi teknis dan mempersiapkan karier profesional.

"Karena itu, ketika sampai di Inggris, alokasi waktu saya lebih banyak untuk belajar teknikal, mengikuti perkuliahan, sekaligus mempersiapkan diri untuk magang di sana.

Saya memberikan waktu sekitar dua sampai tiga jam setiap hari untuk belajar. Yang penting konsisten.” tuturnya

Ia mengungkapkan cara belajar yang berbeda dengan ketika mulai menjalani perkuliahan.

Memasuki dunia kuliah, khususnya pada mata kuliah yang bersifat teknis, ia mulai lebih banyak mengandalkan latihan dan pemahaman materi.

“Cara belajar saya juga berubah-ubah. Waktu SMA mungkin saya masih banyak menghafal, kemudian ketika kuliah mulai lebih banyak latihan soal dan memahami konsep.

Ketika di Inggris, karena sistemnya lebih banyak self-study, saya harus lebih mandiri mengatur bagaimana saya belajar.” ungkapnya.

Baca Juga: Pakar UGM Ungkap Kekeringan Dapat Berlangsung hingga Awal 2027

Di balik pencapaiannya, Ramzy mengakui ada kompromi yang harus dilakukan.

Pada fase tertentu, ia harus mengurangi porsi waktu untuk kehidupan sosial dan aktivitas lain demi mengejar target akademik maupun profesional.

“Pasti selalu ada kompromi di sini kalau kita pengen achieve semuanya. Kita sendiri lah itu adalah choice (pilihan). Orang memilih apa yang kita inginkan," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.