Jogja

Mahasiswa KKN UGM Kembangkan Tempat Sampah Tenaga Surya di Kepulauan Seribu

Haris Ma'ani | 20 Agustus 2026, 09:03 WIB
Mahasiswa KKN UGM Kembangkan Tempat Sampah Tenaga Surya di Kepulauan Seribu
Tempat sampah pintar yang dikembangkan tim KKN UGM di Kepulauan Seribu.-foto: dok.UGM

Akurat.co,Jogja-Tim KKN-PPM UGM mengembangkan tempat sampah tenaga surya di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Tempat sampah pintar atau smarat eco trash bin tersebut memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan energi surya.

Mayang Fauni, anggota Tim KKN, mengatakan tempat sampah tersebut dilengkapi sensor untuk membuka dan menutup tutup secara otomatis tanpa perlu disentuh.

Baca Juga: Guru Besar UGM Ungkap 75 Persen Sampah Rumah Tangga Berakhir di TPA, Padahal Miliki Potensi Biomassa

"Sensor ultrasonik mendeteksi keberadaan pengguna di depan tempat sampah dan mengaktifkan motor servo untuk membuka tutup. Setelah pengguna menjauh, tutup akan kembali menutup secara otomatis,” ujarnya dikutip dari laman resmi UGM, Kamis (20/8).

Selain mekanisme tanpa sentuh, kata Mayang, tempat sampah pintar tersebut dilengkapi speaker yang memutar pesan edukasi setiap kali digunakan.

"Pesan tersebut mengingatkan pengguna mengenai pentingnya memilah dan membuang sampah pada tempatnya sehingga edukasi lingkungan dapat disampaikan secara langsung dan berulang,” katanya.

Program tempat pemilahan sampah pintar ini menyasar dua kelompok utama, yakni masyarakat setempat dan wisatawan.

Bagi masyarakat, keberadaan smart eco trash bin diharapkan dapat membantu membangun kebiasaan memilah dan membuang sampah sesuai jenisnya dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara bagi wisatawan, fasilitas tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan selama berada di Pulau Pramuka.

Cara kerja tempat sampah pintar KKN UGM

Penggunaan smart eco trash bin dirancang sederhana. Pengguna cukup mendekatkan diri ke tempat sampah sehingga sensor ultrasonik mendeteksi keberadaan pengguna dan mengaktifkan motor servo.

Saat tutup terbuka, speaker secara bersamaan menyampaikan pesan edukasi mengenai pentingnya memilah dan membuang sampah pada tempatnya, yang kemudian diakhiri dengan ucapan terima kasih.

Lurah Pulau Pramuka, Jamaluddin, mengapresiasi penerapan Smart Eco Trash Bin di wilayahnya.

Ia menilai inovasi tersebut unik dan bermanfaat karena memadukan sensor dan fitur suara yang dapat memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat.

Baca Juga: Pakar UGM Ungkap Kekeringan Dapat Berlangsung hingga Awal 2027

Hadirnya teknologi tersebut dinilai dapat menarik perhatian masyarakat sekaligus mendorong kebiasaan membuang sampah pada tempatnya.

"Saya berharap fasilitas serupa dapat dikembangkan dan ditempatkan di sejumlah titik yang rawan mengalami penumpukan sampah,” jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.