Mahasiswa KKN UGM Kembangkan Tempat Sampah Tenaga Surya di Kepulauan Seribu

Akurat.co,Jogja-Tim KKN-PPM UGM mengembangkan tempat sampah tenaga surya di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.
Tempat sampah pintar atau smarat eco trash bin tersebut memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan energi surya.
Mayang Fauni, anggota Tim KKN, mengatakan tempat sampah tersebut dilengkapi sensor untuk membuka dan menutup tutup secara otomatis tanpa perlu disentuh.
Baca Juga: Guru Besar UGM Ungkap 75 Persen Sampah Rumah Tangga Berakhir di TPA, Padahal Miliki Potensi Biomassa
"Sensor ultrasonik mendeteksi keberadaan pengguna di depan tempat sampah dan mengaktifkan motor servo untuk membuka tutup. Setelah pengguna menjauh, tutup akan kembali menutup secara otomatis,” ujarnya dikutip dari laman resmi UGM, Kamis (20/8).
Selain mekanisme tanpa sentuh, kata Mayang, tempat sampah pintar tersebut dilengkapi speaker yang memutar pesan edukasi setiap kali digunakan.
"Pesan tersebut mengingatkan pengguna mengenai pentingnya memilah dan membuang sampah pada tempatnya sehingga edukasi lingkungan dapat disampaikan secara langsung dan berulang,” katanya.
Program tempat pemilahan sampah pintar ini menyasar dua kelompok utama, yakni masyarakat setempat dan wisatawan.
Bagi masyarakat, keberadaan smart eco trash bin diharapkan dapat membantu membangun kebiasaan memilah dan membuang sampah sesuai jenisnya dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara bagi wisatawan, fasilitas tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan selama berada di Pulau Pramuka.
Cara kerja tempat sampah pintar KKN UGM
Penggunaan smart eco trash bin dirancang sederhana. Pengguna cukup mendekatkan diri ke tempat sampah sehingga sensor ultrasonik mendeteksi keberadaan pengguna dan mengaktifkan motor servo.
Saat tutup terbuka, speaker secara bersamaan menyampaikan pesan edukasi mengenai pentingnya memilah dan membuang sampah pada tempatnya, yang kemudian diakhiri dengan ucapan terima kasih.
Lurah Pulau Pramuka, Jamaluddin, mengapresiasi penerapan Smart Eco Trash Bin di wilayahnya.
Ia menilai inovasi tersebut unik dan bermanfaat karena memadukan sensor dan fitur suara yang dapat memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat.
Baca Juga: Pakar UGM Ungkap Kekeringan Dapat Berlangsung hingga Awal 2027
Hadirnya teknologi tersebut dinilai dapat menarik perhatian masyarakat sekaligus mendorong kebiasaan membuang sampah pada tempatnya.
"Saya berharap fasilitas serupa dapat dikembangkan dan ditempatkan di sejumlah titik yang rawan mengalami penumpukan sampah,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam






