Jogja

Benahi Pertahanan, Pieter Huistra: Kebobolan 7 Gol di 3 Laga Awal Terlalu Banyak

Haris Ma'ani | 2 Oktober 2026, 09:03 WIB
Benahi Pertahanan, Pieter Huistra: Kebobolan 7 Gol di 3 Laga Awal Terlalu Banyak
PSS Sleman dituntut memperbaiki kinerja pertahanan seusai jeda internasional. -foto: media PSS

Akurat.co,Jogja-Sebanyak tujuh gol bersarang ke gawang PSS dalam tiga laga awal BRI Super League 2026/2027.

Tujuh gol tersebut sekaligus menjadi hasil tiga kekalahan beruntun yang diderita PSS.

Masing-masing saat kalah 1-2 melawan Bali United, 1-3 dari Madura United, dan terakhir kembali kalah 1-2 waktu bertemu Dewa United.

Baca Juga: Kalah dalam 3 Laga Awal, Fans PSS Berharap Finis 10 Besar

Pelatih PSS, Pieter Huistra melakukan pembenahan di sektor ini.

Dalam pandanganya, upaya memperbaiki pertahanan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemain belakang, tetapi seluruh pemain di lapangan.

Menurutnya, bertahan merupakan tanggung jawab seluruh pemain di lapangan.

Karena itu, ia tidak ingin menunjuk individu tertentu sebagai penyebab tingginya jumlah kebobolan.

“Ini bukan hanya soal lini pertahanan atau para pemain belakang. Bertahan adalah pekerjaan yang dilakukan oleh 11 pemain.

Jadi, saya tidak menyalahkan pemain bertahan mana pun. Saya juga tidak menyalahkan penyerang,” tegasnya dikutip dari laman resmi PSS, Selasa (2/10).

Pieter mengakui sejumlah gol lahir melalui situasi yang kurang menguntungkan, seperti gol dari tengah lapangan, kesalahan, hingga penalti.

Meski demikian, kondisi tersebut tetap menjadi bahan evaluasi bagi tim.

“Beberapa gol yang kami terima juga terjadi karena situasi yang kurang beruntung.

Ada gol dari tengah lapangan, kesalahan, dan penalti yang menurut saya cukup ringan," ujarnya.

Baca Juga: Kalah dalam 3 Laga Awal BRI Super League, Ini Kata Pelatih PSS Pieter Huistra

Ia menegaskan, kebobolan tujuh gol dalam tiga pertandingan terlalu banyak.

"Jadi, kami harus memperbaikinya. Itu sudah sangat jelas,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.