Jogja

Kalah dalam 3 Laga Awal, Fans PSS Berharap Finis 10 Besar

Haris Ma'ani | 26 September 2026, 07:07 WIB
Kalah dalam 3 Laga Awal, Fans PSS Berharap Finis 10 Besar
Pelatih PSS, Pieter Huistra dituntut segera memberikan hasil positif. -foto: dok.PSS

Akurat.co,Jogja-PSS selalu kalah dalam tiga laga awal BRI Super League 2026/2027.

PSS kalah dari Bali United 1-2, Madura United 1-3, dan terakhir kembali keok dari Dewa United 1-2.

Tujuh gol bersarang ke gawang Elang Jawa dan hanya tiga memasukkan.

Kondisi ini tentu mengkhawatirkan. Lebih-lebih tim ini baru saja promosi dari Liga 2.

Meski kondisi tim belum menggembirakan, loyalitas fans PSS tak perlu diragukan.

Baca Juga: Liga Seri A Askab PSSI Sleman 2026 Resmi Bergulir, Diikuti 8 Tim

Mereka selalu menonton laga tandang, baik saat di Bali maupun saat melawat ke Banten bertemu Dewa United.

Salah satunya Dika, fans PSS asal Tangerang. Ia rela menempuh perjalanan melelahkan demi memberikan dukungan kepada tim kesayangan.

Menyewa mobil tanpa pendingin pun dilakukan, meski tahu cuaca perjalanan terik, apalagi Kota Serang.

"Tapi kami tetap memberikan dukungan," katanya. Dika sempat memprediksi hasil akhir 3-1 untuk PSS.

Sayang, laga melawan Dewa berakhir 1-2 dan menjadi kekalahan ketiga PSS di awal musim.

Meski begitu, Dika tetap memberikan harapannya. “Harapan saya, semoga target 10 besar tercapai”

Optimisme Pieter Huistra

Optimisme juga disampaikan Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra.

Ia yakin tim asuhannya segera meraih hasil yang diharapkan. Ia menyadari timnya masih membutuhkan waktu untuk semakin menyatu dan beradaptasi dengan level kompetisi yang lebih tinggi.

Baca Juga: Kalah dalam 3 Laga Awal BRI Super League, Ini Kata Pelatih PSS Pieter Huistra

Namun, ia meyakini peluang untuk meraih poin akan terbuka pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.