Program Padat Karya Pemkot Jogja Serap 192 Tenaga Kerja Lokal, Pekerjaan Ibu-ibu Tak Kalah dari Kontraktor

Akurat.co,Jogja-Program padat karya Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mampu menyerap ratusan tenaga kerja lokal.
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta, Maryustion mengatakan, sebanyak 192 tenaga kerja lokal terserap dari program padat karya 2025.
Maryustion menyebutkan, dari 192 tenaga kerja tersebut terdapat 48 pekerja di setiap lokasi.
Pelaksanaan kegiatan tiap lokasi berlangsung selama 1 bulan dengan total anggaran untuk 4 padat karya sebesar Rp 1.290.867.100.
Baca Juga: Melalui Mas Jos, Pemkot Jogja Targetkan Pengurangan Sampah Harian Sebesar 60 Ton
“Program padat karya 2025 bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar sehingga membantu perputaran ekonomi lokal,” jelasnya.
Warga sekitar pun menyambut baik program ini. Salah satunya adalah Nurmalita warga Kelurahan Bumijo yang merasakan manfaat dari paving jalan di lingkungannya.
"Dulu jalan kampung ini rusak dan berdebu saat kemarau. Sekarang setelah dipaving lewat padat karya, jadi bersih, rapi, dan aman dilalui anak-anak. Kami benar-benar merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, kualitas hasil pekerjaannya tidak kalah dengan kontraktor.
“Yang kerja juga warga sini sendiri. Mereka tahu bagian mana yang sering tergenang, jadi pavingnya dipasang lebih bagus dan kuat,” terangnya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.
Sepanjang 2025, Pemkot Jogja sudah merampungkan program padat karya di empat kelurahan.
Peresmian selesainya program padat karya 2025 dilakukan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, Senin (13/10/2025).
Wali Kota Hasto menegaskan bahwa program padat karya bukan hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
Menurutnya program ini menjadi strategi nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, tertata, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga.
“Program padat karya ini selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, juga mampu meningkatkan perekonomian warga.
Selama program berjalan, tenaga kerja yang diambil seluruhnya berasal dari warga sekitar.
Ini sekaligus menjadi sarana perluasan kesempatan kerja,” ujar Hasto.
Wali kota menambahkan, ke depan pihaknya akan menerapkan sistem padat karya pada setiap program pembangunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dosen dan Mahasiswa UAJY Sabet Juara 1 di Konferensi Asia Singapura
- 2UIN Sunan Kalijaga Peringkat 2 Kampus Terbaik Indonesia versi WUR 2027
- 3Jajan Oleh-Oleh Khas Bantul di Geplak Mbok Tumpuk, Peyek Tumpuknya Legend
- 4Proses Pergantian Kapolri Berlangsung Kilat, Ini Kata Pakar UMY
- 5Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen
- 6PLN DIY Dorong Mahasiswa Pahami Transisi Energi
- 7Saling Salip di Tikungan Akhir Jepang, Badly Ayatullah Persembahkan Podium IM4AC 2026
- 8Rumaket 2026, Cara Pemkot Yogya Dekatkan Wayang ke Gen Z
- 9Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen
- 10Proses Pergantian Kapolri Berlangsung Kilat, Ini Kata Pakar UMY









