Jogja

Program Padat Karya Pemkot Jogja Serap 192 Tenaga Kerja Lokal, Pekerjaan Ibu-ibu Tak Kalah dari Kontraktor

M. Mubin Wibawa | 14 Oktober 2025, 11:05 WIB
Program Padat Karya Pemkot Jogja Serap 192 Tenaga Kerja Lokal, Pekerjaan Ibu-ibu Tak Kalah dari Kontraktor



Akurat.co,Jogja
-Program padat karya Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mampu menyerap ratusan tenaga kerja lokal.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta, Maryustion mengatakan, sebanyak 192 tenaga kerja lokal terserap dari program padat karya 2025.

Maryustion menyebutkan, dari 192 tenaga kerja tersebut terdapat 48 pekerja di setiap lokasi.

Pelaksanaan kegiatan tiap lokasi berlangsung selama 1 bulan dengan total anggaran untuk 4 padat karya sebesar Rp 1.290.867.100.

Baca Juga: Melalui Mas Jos, Pemkot Jogja Targetkan Pengurangan Sampah Harian Sebesar 60 Ton

“Program padat karya 2025 bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar sehingga membantu perputaran ekonomi lokal,” jelasnya.

Warga sekitar pun menyambut baik program ini. Salah satunya adalah Nurmalita warga Kelurahan Bumijo yang merasakan manfaat dari paving jalan di lingkungannya.

"Dulu jalan kampung ini rusak dan berdebu saat kemarau. Sekarang setelah dipaving lewat padat karya, jadi bersih, rapi, dan aman dilalui anak-anak. Kami benar-benar merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, kualitas hasil pekerjaannya tidak kalah dengan kontraktor.

“Yang kerja juga warga sini sendiri. Mereka tahu bagian mana yang sering tergenang, jadi pavingnya dipasang lebih bagus dan kuat,” terangnya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.

Sepanjang 2025, Pemkot Jogja sudah merampungkan program padat karya di empat kelurahan.

Peresmian selesainya program padat karya 2025 dilakukan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, Senin (13/10/2025).

Baca Juga: Terungkap Hubungan Historis Kabupaten Batang dengan Kasultanan Yogyakarta, Ratu Batang Pernah Menikah dengan Sultan Agung

Wali Kota Hasto menegaskan bahwa program padat karya bukan hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Menurutnya program ini menjadi strategi nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, tertata, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga.

“Program padat karya ini selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, juga mampu meningkatkan perekonomian warga.
Selama program berjalan, tenaga kerja yang diambil seluruhnya berasal dari warga sekitar.

Ini sekaligus menjadi sarana perluasan kesempatan kerja,” ujar Hasto.

Wali kota menambahkan, ke depan pihaknya akan menerapkan sistem padat karya pada setiap program pembangunan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.