Melalui Mas Jos, Pemkot Jogja Targetkan Pengurangan Sampah Harian Sebesar 60 Ton

Akurat.co,Jogja-Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS) menargetkan pengurangan volume sampah harian hingga 60 ton.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyebutkan target tersebut diharapkan bisa terpenuhi hingga akhir tahun 2025.
Saat ini, kemampuan pengolahan sampah Kota Yogyakarta baru mencapai sekitar 190 ton per hari dari total timbulan yang masuk ke depo.
Mas Jos bukan sekadar ajakan, tapi Pemkot juga membangun sistem dan memfasilitasi hingga tingkat rumah tangga,” ujar Hasto dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.
Baca Juga: Solusi Permasalahan Sampah, Pemkot Jogja Bangun Pengolahan Pupuk Organik
Untuk mencapai target tersebut, Pemkot juga memfasilitasi 1.200 penggerobak masing-masing dengan dua ember untuk menampung sampah organik sisa dapur.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang menuju kemandirian pengelolaan sampah di tingkat kelurahan.
Selain itu, seluruh perangkat daerah juga diminta membina 45 kelurahan dengan mengadakan edukasi pemilahan sampah dan memfasilitasi galon bekas sebagai wadah sampah organik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, menjelaskan bahwa target pengumpulan ember organik di lapangan akan disesuaikan dengan jumlah penggerobak.
Baca Juga: Pemerintah Rencanakan Proyek Sampah jadi Energi, Ini Pendapat Pakar UGM
“Total penggerobak ada 1.200, jadi setidaknya minimal satu penggerobak bisa membawa satu ember khusus sampah organik," katanya.
Sampai hari ini sudah terkumpul 646 ember dengan total sampah organik 16,15 ton. Targetnya bisa mencapai 25 ton dari seribu ember.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sarkem Fest 2026: Upaya Pemkot Jogja dan KAI Ubah Stigma Kawasan Pasar Kembang
- 2Hujan Guyur Jogja, GP Ansor Bantul Tetap Salurkan Bantuan Air Bersih
- 3DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG
- 470 Ribu Warga DIY Mengangur, DPRD Dorong Anggaran Pro-Rakyat
- 5Apa Itu Beras Fortifikasi? Dosen UMY Jelaskan Pengertian dan Dampaknya jika Tak Sesuai Kandungan
- 6Daftar Klasemen Terbaru Moto3 2026, Setelah Pole Position di Australia Posisi Veda Naik?
- 75 Fakta Terbaru Veda Ega Pratama di Moto3, Pole Position di Australia, Next Sepang?
- 8Prediksi BRI Super League: Isenmulang vs PSIM jadi Laga Pemecah Telur bagi Tamu?
- 9Ridho Kresna Wattimena Resmi Dilantik Jadi Rektor UPN Yogyakarta
- 10DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG





