Jogja

Jelang Libur Akhir Tahun, Dispar DIY Sebut 3 Daerah Wisata Ini Rawan Longsor

Yudi Permana | 3 Desember 2025, 19:21 WIB
Jelang Libur Akhir Tahun, Dispar DIY Sebut 3 Daerah Wisata Ini Rawan Longsor

Akurat.co, Jogja - Dinas Pariwisata (Dispar) DIY menyebutkan ada tiga kawasan wisata yang rawan longsor.

Pertama, Perbukitan Menoreh. Meliputi Nglinggo-Tritis, Puncak Widosari, Puncak Suroloyo, Sendangsono, Embung Tonogoro, Dewi Tinalah, Dewi Jatimulyo serta Tumpeng Menoreh (Magelang) akses masuk lewat DIY.

Kedua, Pegunungan Sewu. Meliputi Nglanggeran, Goa Pindul, Kalisuci, Air terjun Sri Gethuk dan Goa Jomblang.

Ketiga, Perbukitan Patuk-Imogiri. Meliputi Dewi Wukirsari, Mangunan (Becici, Pengger), Imogiri, HeHa Sky View dan Bukit Bintang.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dispar DIY Lis Dwi Rahmawati dalam Forum Diskusi Wartawan dengan tema Pariwisata Akhir Tahun Di Tengah Cuaca Ekstrem, di DPRD DIY, Rabu (03/12/2025).

Baca Juga: Tim SAR Temukan Pemancing Gurita yang Sempat Hilang Di Pantai Gesing Gunungkidul

Pembicara lain adalah Ghifari Yuristiadhi M. Makhasi dosen Prodi Bisnis Perjalanan Wisata Sekolah Vokasi UGM dan Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari.

"Ketiga lokasi tersebut memang telah masuk sebagai lokasi rawan bencana," ungkapnya.

Sebagai bentuk mitigasi, Dispar DIY akan menggelar pertemuan dengan lintas sektor guna membahas apa-apa saja yang harus dilakukan. 

Pertemuan akan membahas untuk pengamanan. Baik untuk pengelola dan juga wisatawan.

"Intinya kita akan utamakan keselamatan terlebih dahulu. Karena kalau suatu daerah disebut tidak aman, maka yang akan diingat adalah ketidak amannya. Misalnya ada orang tenggelam. Apakah tahun berikutnya akan datang lagi? Pasti tidak. Tapi itu bukan berarti kita takut karena efeknya. Kita lebih mengutamakan ialah keamanan teman-teman yang berwisatawan ke Yogyakarta, begitu," tegasnya.

Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru 2026, Harga Cabai dan Sayuran di Jogja Melonjak

Dosen Prodi Bisnis Perjalanan Wisata Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Ghifari Yuristiadhi M. Makhasi menjelaskan, DIY sedang menghadapi multi-hazard.

Karena selain cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di akhir tahun. Juga masih ada Gunung Merapi yang sampai saat ini masih berada di status siaga.

"Kondisi ini membutuhkan pendekatan yang lebih preventif dan edukatif, terutama untuk aktivitas wisata menjelang akhir tahun," jelasnya.

Untuk mengurangi risiko bagi wisatawan dan pelaku industri, Ghifari menekankan pentingnya menerapkan hirarki pengendalian risiko, yang meliputi lima tahapan, diantaranya eliminasi resiko, substitusi aktivitas, engineering control, administrative control, serta penggunaan APD.

Baca Juga: Pantai Watu Lumbung, Pantai Hidden Gem yang Bikin Healing Berkesan

Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari menghimbau kepada Pemda DIY untuk tetap siaga dan menyiapkan segala sesuatu di kala menyiapkan dan menerima banyak liburan.

Apalagi berdasarkan data Dispar DIY, akhir tahun itu jadi waktu panennya wisatawan di DIY. Dibandingkan saat lebaran.

"Kami menghimbau dari segi keamanan, kenyamanan dan juga mitigasi terkait resiko-resiko yang ada. Apalagi ada potensi cuaca ekstrim," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.