Dishub DIY Prediksi, Akan Ada 8 Juta Pemudik saat Lebaran

Akurat.co, Jogja - Dinas Perhubungan (Dishub) DIY memprediksi akan ada 8 juta orang akan mobilitasi di wilayah DIY dan sekitarnya saat Idul Fitri 2026.
Merujuk pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 terjadi pergeseran titik kemacetan. Jika biasanya Prambanan jadi salah satu yang padat.
Dan para lebaran tahun lalu juga padat. Mengingat exit tol Prambanan sudah beroperasi penuh.
Saat Nataru 2025/2026, kepadatan justru paling banyak terjadi dari arah utara. Tepatnya di Jalan Magelang Tempel Sleman.
Baca Juga: Pemda DIY Pastikan Stok Pangan di Bantul Aman
"Biasanya fokus utama kita itu di Prambanan. Mengingat sudah beroperasinya exit tol Prambanan. Saat Nataru kemarin ternyata yang padat dari sisi utara. Masuk lewat Jalan Magelang Sleman," kata Kadishub DIY Chrestina Erni Widyastuti, Jumat (27/02/2026)
Sebagai persiapan, Dishub DIY juga akan membuka posko Angkutan Lebaran. Dimulai dari tanggal 14 Maret 2026 hingga 29 Maret 2026.
Untuk puncak arus mudik diprediksi antara tanggal 19-20 Maret. Sedangkan puncak arus balik di tanggal 24 Maret 2026.
Untuk mobilitas pemudik tersebut turun dibandingkan lebaran tahun lalu. Secara nasional juga diprediksi turun. Dari 153 juta tahun lalu, sekarang diprediksi 146-an juta.
Baca Juga: Pastikan Keamanan Makanan selama Ramadhan, Pemkot Ambil Sampel 15 Produk untuk Uji Lab
Dekatnya jarak Nataru dengan Idul Fitri diperkirakan jadi salah satu turunnya angka pemudik. Selain itu juga karena cuaca. Mengingat adanya bencana di sejumlah daerah.
Terkait langkah yang akan dilakukan Dishub DIY di titik-titik kemacetan tersebut, akan melakukan pengaturan traffic.
Karena DIY jadi salah satu tujuan mudik, sehingga kemacetan tetap tidak bisa dihindari.
"Setidaknya bisa terurai dan tidak 'stuck' lama di satu titik. Sesuai arahan gubernur," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sarkem Fest 2026: Upaya Pemkot Jogja dan KAI Ubah Stigma Kawasan Pasar Kembang
- 2DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG
- 3Hujan Guyur Jogja, GP Ansor Bantul Tetap Salurkan Bantuan Air Bersih
- 4Apa Itu Beras Fortifikasi? Dosen UMY Jelaskan Pengertian dan Dampaknya jika Tak Sesuai Kandungan
- 570 Ribu Warga DIY Mengangur, DPRD Dorong Anggaran Pro-Rakyat
- 6Daftar Klasemen Terbaru Moto3 2026, Setelah Pole Position di Australia Posisi Veda Naik?
- 75 Fakta Terbaru Veda Ega Pratama di Moto3, Pole Position di Australia, Next Sepang?
- 8Saat Kisah Timun Mas dan Nyi Roro Kidul diangkat Format Digital
- 9Ridho Kresna Wattimena Resmi Dilantik Jadi Rektor UPN Yogyakarta
- 10DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG









