Jogja

2025, Bandara Adisutjipto Yogyakarta Layani 139 Ribu Penumpang

Yudi Permana | 7 Januari 2026, 17:32 WIB
2025, Bandara Adisutjipto Yogyakarta Layani 139 Ribu Penumpang

Akurat.co, Jogja - Bandara Adisutjipto Yogyakarta masih menjadi pilihan masyarakat pengguna transportasi udara.

Terbukti selama 2025, terjadi kenaikan jumlah penumpang dibandingkan tahun 2024.

Dari Januari hingga Desember 2024, pengelola mencatat terdapat 139.699 penumpang naik dan turun dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Angka tersebut naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan 126.757 penumpang.
 

Sedangkan untuk pergerakan pesawat mencapai 3.319 flight. Meningkat 31 persen dibandingkan tahun 2024 dengan 2.536 flight.

"Jakarta masih menjadi rute tertinggi penerbangan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta, dengan 137.884 penumpang," kata General Manager Wibowo Cahyono Soekadi, Rabu (07/01/2026).

Setelah Jakarta, rute selanjutnya yang jadi pilihan adalah Karimunjawa dengan 759 penumpang. Selebihnya terbagi rute penerbangan Bandung, Pangandaran, Surabaya dan lainnya.

Dengan bertambahnya trafik terutama ke Jakarta tersebut, pengelola Bandara Adisutjipto Yogyakarta berharap akan semakin bertambah pula rute – rute baru yang disediakan oleh maskapai.
 

"Ini juga membawa optimisme kami. Kedepan penerbangan yang dilayani dengan menggunakan pesawat jenis ATR akan semakin menarik para pengguna jasa bandara," ujarnya.

Sementara itu, pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Bandara Adisutjipto Yogyakarta melayani 13.177 penumpang. Naik 123 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan 5.880 penumpang.

Data tersebut didapat selama 21 hari Posko Pelayanan Angkutan Udara. Mulai dari 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Untuk jumlah pesawat yaitu 308 flight atau meningkat 152 persen dari tahun lalu 122 flight.
Sejumlah maskapai juga mengajukan ekstra flight, dengan total ekstra flight sampai dengan akhir periode posko sebanyak 70 flight.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.