Jogja

Jamur Krispi KhumKhum Kulon Progo Dapat Pengakuan Nasional, Gimana Rasanya?

Haris Ma'ani | 7 Oktober 2026, 09:04 WIB
Jamur Krispi KhumKhum Kulon Progo Dapat Pengakuan Nasional, Gimana Rasanya?
Jamur krispi KhumKhum dipamerkan di Kementerian Perdagangan RI. -foto: dok.UGM

Akurat.co,Jogja- Startup pangan olahan asal Kulon Progo, KhumKhum mendapatkan pengakuan nasional.

Olahan jamur asal Kulon Progo ini terpilih mengikuti program Product Placement Pilihan Busan (PPPB).

Melalui program yang digagas Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, produk Jamur Crispy KhumKhum mendapat kesempatan diperkenalkan melalui ruang khusus produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pilihan Menteri Perdagangan.

Baca Juga: Festival Paralayang Kulon Progo Gerakkan UMKM, Homestay dan Jualan Warga Laku

Program PPPB diluncurkan pada 12 Agustus 2026 sebagai program promosi berkala bagi produk UMKM yang telah melalui proses kurasi Kementerian Perdagangan.

Olahan dari jamur tiram

KhumKhum dikembangkan oleh CV Khaira Buana Mas dengan memanfaatkan jamur tiram sebagai bahan baku utama.

Berbasis di Kulon Progo, KhumKhum mengembangkan produk pangan olahan sekaligus membangun kemitraan dengan petani jamur tiram dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.

Founder dan CEO KhumKhum, Hanum Wahyu Wibisono mengatakan terpilihnya KhumKhum dalam PPPB menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi tim untuk terus meningkatkan kualitas produk dan kesiapan bisnis.

"Pengakuan ini menjadi penyemangat sekaligus amanah bagi kami untuk terus memperbaiki kualitas dan membawa produk lokal melangkah lebih jauh,” ujar Hanum.

Mendapat dukungan dari UGM

Perjalanan pengembangan KhumKhum turut didukung oleh tim dengan latar belakang UGM dari berbagai bidang.

Tim yang terlibat dari UGM di antaranya, Endang Susylowati sebagai Chief Technology Officer (CTO) dari Program Studi Komputer dan Sistem Informasi Sekolah Vokasi.

Kemudian Najihatul Mujahidah sebagai Chief Marketing Officer (CMO) dari Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian, serta Fatma Nurul Hida sebagai Chief Product Officer (CPO) dari Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri Sekolah Vokasi.

Kolaborasi lintas bidang tersebut mendukung pengembangan teknologi dan sistem bisnis, strategi pemasaran, serta inovasi produk.

KhumKhum kemudian menjalani proses inkubasi di Innovative Academy UGM yang berada dalam ekosistem Direktorat Pengembangan Usaha UGM.

Melalui Innovative Academy, KhumKhum memperoleh pendampingan dalam penguatan kapasitas bisnis, pengembangan produk, strategi pemasaran, tata kelola usaha, serta perluasan jejaring dan akses pasar.

KhumKhum juga memperoleh dukungan melalui program Startup Grant dalam kerangka Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks (PRIME STeP) di UGM Science Techno Park.

Hanum mengatakan pendampingan tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan pengembangan kapasitas, seperti mentoring, workshop, evaluasi berkala, penguatan strategi bisnis, pengembangan produk, dan perluasan jejaring.

Proses tersebut diarahkan untuk membangun fondasi bisnis yang kuat agar KhumKhum mampu bertumbuh secara berkelanjutan.

"Proses pengembangan bisnis yang dijalani KhumKhum menjadi bagian dari perjalanan untuk terus meningkatkan kualitas produk dan kesiapan usaha,” tegasnya dikutip dari laman resmi UGM, Rabu (7/10).

Head of Program Innovative Academy UGM, Denny Wijayanto, mengatakan capaian KhumKhum menunjukkan pentingnya proses inkubasi yang mendorong pertumbuhan bisnis dan dampak nyata.

Menurut Denny, startup perlu terus melakukan validasi pasar, memperkuat model bisnis, meningkatkan kualitas produk, dan membangun kesiapan untuk memasuki pasar yang lebih luas.

“Capaian KhumKhum ini menjadi salah satu indikator bahwa proses inkubasi dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membuka akses dan kesempatan baru bagi startup,” ujar Denny.

Saat ini, produk KhumKhum telah dipasarkan melalui berbagai toko oleh-oleh dan jaringan ritel modern dengan jangkauan lebih dari 1.500 titik pemasaran di delapan provinsi.

Baca Juga: UGM Kembangkan Gula Semut Kulon Progo jadi Produk Ekspor

Pertumbuhan pasar tersebut diikuti peningkatan kapasitas produksi, penguatan sistem manajemen, pengembangan produk, serta persiapan penerapan standar keamanan pangan yang lebih tinggi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.