Jogja

Ratusan Ribu WNA Pilih Naik Kereta ke Jogja-Solo, Stasiun Ini Jadi Favorit

Atiek Widyastuti | 8 Oktober 2026, 14:24 WIB
Ratusan Ribu WNA Pilih Naik Kereta ke Jogja-Solo, Stasiun Ini Jadi Favorit
Penumpang WNA di stasiun wilayah Daop 6 Yogyakarta. - Istimewa

Akurat.co, Jogja - KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat, ada kenaikan penumpang Warga Negara Asing (WNA) yang signifikan.

Sepanjang periode Januari hingga September 2026, KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat, sebanyak 264.335 penumpang WNA menggunakan layanan kereta api. Naik 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 dengan 245.229 penumpang WNA.

Dari jumlah total tersebut, pada periode Januari–September 2026 tercatat 135.897 penumpang WNA yang berangkat dari Daop 6, meningkat 6,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 127.561 penumpang WNA.

Sementara itu, jumlah penumpang WNA yang tiba di Daop 6 pada Januari–September 2026 mencapai 128.438 penumpang, meningkat 9,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 117.668 penumpang WNA.

Baca Juga: KAI Daops 6 Yogyakarta Jalankan 2 KA Tambahan Lagi Tujuan Jakarta

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih mengatakan, pertumbuhan volume penumpang WNA menjadi salah satu indikator bahwa kereta api semakin berperan dalam mendukung konektivitas pariwisata di wilayah Yogyakarta, Solo dan kota penopang di sekitarnya.

“Pertumbuhan volume penumpang WNA di angka 7,8 persen pada periode Januari–September 2026 menunjukkan tingginya mobilitas wisatawan mancanegara yang memanfaatkan transportasi kereta api," katanya, Kamis (08/10/2026).

Stasiun Yogyakarta menjadi salah satu pintu masuk penting bagi wisatawan untuk menjangkau berbagai destinasi wisata di Yogyakarta dan Solo maupun wilayah sekitarnya.

Selain itu, KAI juga menyediakan berbagai sarana dan fasilitas yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi wisatawan mancanegara selama menggunakan layanan kereta api.

Baca Juga: Belajar dari Pengalaman DIY, Sultan Imbau Warga Terdampak Erupsi Anak Krakatau Memakai Masker

Berikut enam stasiun dengan volume keberangkatan penumpang WNA tertinggi di wilayah Daop 6 Yogyakarta periode Januari-September 2026, yaitu:

  1. Stasiun Yogyakarta : 108.210 penumpang

  2. Stasiun Solo Balapan : 11.548 penumpang

  3. Stasiun Lempuyangan : 11.002 penumpang

  4. Stasiun Wates : 1.368 penumpang

  5. Stasiun Purwosari : 1.064 penumpang

  6. Stasiun Klaten : 1.017 penumpang

Sementara itu, untuk volume kedatangan penumpang WNA tertinggi di wilayah Daop 6 Yogyakarta periode Januari-September 2026, yaitu :

  1. Stasiun Yogyakarta : 101.476 penumpang

  2. Stasiun Solo Balapan : 10.938 penumpang

  3. Stasiun Lempuyangan : 10.834 penumpang

  4. Stasiun Wates : 1.526 penumpang

  5. Stasiun Klaten : 967 penumpang

  6. Stasiun Purwosari : 966 penumpang

Baca Juga: KAI Daop 6 Yogyakarta Masih Operasionalkan KA Tambahan, Penumpang Naik 12,5%

Tingginya mobilitas WNA di stasiun-stasiun wilayah Daop 6 Yogyakarta menunjukkan posisi strategis Daop 6 sebagai salah satu gerbang utama wisatawan mancanegara.

Yogyakarta dan Solo kerap dijadikan titik awal ke destinasi berikutnya seperti Surabaya, Malang hingga Banyuwangi. Kemudahan akses transportasi kereta api dari dan menuju berbagai destinasi wisata turut membuka peluang lebih besar bagi pergerakan wisatawan ke berbagai wilayah di Daop 6.

Feni menambahkan, tingginya pergerakan wisatawan melalui stasiun juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan pariwisata.

“Kami melihat konektivitas kereta api bukan hanya tentang perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya, tetapi juga bagaimana mobilitas tersebut dapat memberikan efek positif bagi perekonomian masyarakat," jelasnya.

Dengan meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan kereta api, keberadaan stasiun sebagai simpul konektivitas diharapkan semakin memperkuat ekosistem pariwisata sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat dan UMKM di berbagai daerah yang terhubung oleh layanan kereta api, khususnya di Daop 6 Yogyakarta.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.